Benarkah NodeJS Akan Menggantikan PHP?

Web development semakin berkembang dari waktu ke waktu. Teknologi baru selalu bermunculan setiap harinya. Dari sisi back-end, terdapat dua bahasa pemrograman yang cukup mendominasi yaitu NodeJS dan PHP. PHP yang menjadi tulang punggung duni per-website-an diprediksi akan tergerus NodeJS yang merupakan pemain baru. Mampukah PHP tertap bertahan? Atau justru NodeJs akan berhasil menggantikan PHP? Pembahasan ini sebenarnya cukup “keramat” untuk diperbincangkan. Meskipun, pada awal kemunculannya Javascript hanya pada sisi front end,lambat laun merambah ke back-end dan menjadi kompetitor tangguh bagi PHP. Terlebih beberapa artikel pergeseran teknologi dari PHP ke NodeJS beberapa kali ter-blow up. Bukan hanya dalam negeri, artikel seperti “Which is better for back-end – PHP or Node js?” , “Is Node js killing PHP?” atau “Is NodeJS eating PHP Market?” sering menjadi topik perbincangan developer luar negeri. Sebagian orang akan mengganggap hal ini sebagai keuntungan. Tipe-tipe ini biasanya vendor besar yang sering mendapat ‘jatah’ project dari pemerintahan. Namun, tentu saja tidak sedikit yang akan menganggap hal ini menjadi malapetaka, karena project mereka akan otomatis berpindah tangan ke vendor yang lebih mampu. Jelas hal ini sebenarnya konsep yang salah kaprah. Jika ada teknologi baru yang lebih baik, mengapa tidak memilih yang lebih mudah?. Namun, benarkan NodeJS lebih baik dari PHP? Dan apakah PHP akan terus tergerus NodeJS? Sampai-sampai WordPresspun akan berpindah haluan ke NodeJS. NodeJS VS PHP PHP merupakan bahasa pemrograman paling umum yang dalam pengembangan webiste. Bahasa pemrograman ini dapat berperan sebagai compiler sekaligus interpreter. PHP pertama kali rilis pada tahun 1995. Saat ini versi terbaru PHP adalah 7.0.16 dan 7.1.2 yang resmi rilis pada tanggal 17 Februari 2017. Nah, NodeJS sebenarnya bukan merupakan bahasa pemrograman. Jadi, salah jika seseorang mengatakan bahasa pemrograman NodeJs. NodeJS merupakan suatu framework yang akan membawa bahasa pemrograman JavaScript ke sisi back-end. Untuk dapat menggunakan NodeJs kita harus paham bahasa pemrograman. Dari segi popularitas, NodeJS lebih unggul dari PHP. Sejak 2014 Framework NodeJS merajai kepopuleran bahasa pemrograman dengan angka 49,6% jauh melebihi PHP. Apa keuntungannya? Semakin populer suatu framework maka semakin dokumentasi akan semakin banyak. Hal ini akan mempermudah kita ketika mengalami kendala pengembangan proyek. Sebaliknya, tingkat pengguna bahasa pemrograman PHP semakin berkurang dari waktu ke waktu. Tingkat penurunan yang terjadipun cukup signifikan yakni mencapai 7% .  Di sisi lain , pengguna NodeJS meningkat tajam 18% selama 4 tahun. Dengan ini, terbukti bahwa developer-developer website mulai beralih ke NodeJS Selama proses development, PHP memerlukan web server. Meskipun server ini merupakan bawaan, namun hal ini akan memakan banyak resource server. Penggunaan server tambahan  seperti nginx tetap diperlukan untuk meningkatkan performa kecepatan PHP. Sebaliknya, NodeJS merupakan tipe single-fighter yang mampu berdiri sendiri tanpa memerlukan web server lain. NodeJS memiliki waktu eksekusi yang lebih baik dari PHP terutama dalam penambahan angka. Namun PHP memiliki waktu eksekusi yang lebih baik dalam hal operasi string, pengisian array, MySQL, dan membaca file. Perfoma NodeJS vs PHP Untuk kasus multi-tasking, NodeJS jauh lebih handal daripada PHP. Misal kita memiliki dua task yakni mengambil data dari database, dan menghapus file. Jika kita menggunakan PHP, proses ini akan dilakukan berurutan. Hapus file akan dilakukan setelah pengambilan data selesai. Namun, jika kita menggunakan NodeJS kedua hal ini dapat dilakukan bersamaan. Hasilnya, bisa jadi file terhapus duluan sebelum pengambilan data selesai. Hal ini tidak berlaku untuk multithread. NodeJS menggunakan konsep single thread, artinya hanya akan ada satu proses yang berjalan sepanjang waktu, berbeda dengan PHP yang berbasis multi-threaded. Misal terdapat empat orang mengunjungi web kita. Dalam PHP, proses ini dibuat empat thread dimana setiap pengunjung dilayani oleh 1 thread khusus. Setiap thread akan diproses dengan sistem antrian seperti sebelumnya. Sedangkan di Node.js, empat pengunjung itu akan di layani oleh 1 thread saja. Thread secara bergantian berpindah dari satu proses ke proses lain tanpa harus menunggu proses yang satu selesai. Sanggupkah NodeJS Menggantikan PHP? Sampai saat ini, kita belum bisa menyimpulkan bahwa NodeJS akan menggantikan PHP. Penggunaan NodeJS dan PHP sangat bergantung pada jenis aplikasi yang akan kita kembangkan. Pada akhirnya yang terjadi antara NodeJS dan PHP bukanlah kompetisi melainkan sinergi. Sebagai contoh, untuk project yang bersifat real-time, NodeJS lebih cocok untuk dipakai. Sebaliknya,  tidak semua hosting mendukung NodeJs, saat itulah kita harus memilih menggunakan PHP. Selamat bereksplorasi ! #HappyEnjoyneering!

Membuat Unit Testing di PHP dengan PHPUnit

Unit Testing adalah tes terkecil dalam serangkaian test untuk menguji sebuah fungsi atau kelas pada kode kita. Sebenarnya, beberapa tahapan testing dalam pengembangan aplikasi. Lebih lanjut, pengujian meliputi Unit Testing, Integration Test, Acceptance test, Performance Test, dsb. Unit testing memegang peranan penting pengujian ini. Tujuannya agar software yang telah rilis memiliki kualitas yang lebih baik. Untuk alasan ini, biasanya pengembang library selalu menyertakan unit test. Artikel ini akan membahas bagaimana cara membuat unit testing di PHP dengan PHPUnit. Unit test akan menjadi kompas dalam pengujian (base case, edge case hingga corner case) . Tanpa adanya unit test, proses pengujian akan memakan banyak waktu. Pada perusahaan besar seperti Gojek dan Grab, unit test adalah suatu kewajiban. Tak jarang mereka merekrut tenaga khusus untuk melakukan pengujian software sehingga aplikasi menjadi lebih secure & reliable Unit Test ini memiliki kemiripan dengan Integration Test. Keduanya menggunakan tools yang sama, hanya saja pada unit test tidak memperkenankan service-service dari luar. Setiap bahasa pemrograman atau framework memiliki tools berbeda untuk melakukan unit testing ini. Di PHP, salah satu tools yang populer untuk pengujian unit testing menggunakan PHPUnit. Instalasi PHPUnit Sebelum anda menginstall PHPunit anda harus menginstall composer terlebih dahulu. Composer ini tidak built-in di PHP, karena itu instalasi dilakukan terpisah. Composer merupakan dependency manager pada bahasa pemrograman PHP. File instalasi dan dokumentasi composer tersedia pada website resminya, https://getcomposer.org/. Proses instalasi composer sama seperti software pada umumnya. Kita hanya perlu double klik pada master instalasi kemudian next sampai finish. Selanjutnya, buat sebuah folder kosong beri nama “belajar-php-unit”. Kemudian jalankan perintah ini pada Terminal atau CMD bagi pengguna OS windows Setelah perintah selesai dijalankan, buka folder belajar-php-unit. Dalam folder tersebut akan muncul tiga file baru yakni composer.json, composer.lock & folder vendor. Nah pada tahapan ini kita sudah berhasil menginstall phpunit. Membuat Class Baru Pada tutorial ini kita akan mencoba membuat unit-test pada kelas baru bernama class Matematika. Class Matematika ini adalah library yang kita buat dan akan dipakai oleh kita sendiri atau sendiri atau tim. Kita akan membuat unit test terhadap method yang ada pada class matematika ini. Buat sebuah file bernama Matematika.php kemudian isikan source code berikut Method ini bertujuan untuk mencari hasil perpangkatan dua bilangan. Dalam method ini terdapat empat case yang mungkin terjadi, yakni: 1. Bilangan basic positif, bilangan exponen positif2. Bilangan basic negatif, bilangan exponen positif3. Bilangan basic Positif, exponen negatif4. Inputan berupa string Selanjutnya buat file test dengan nama MatematikaTest.php, dengan code seperti berikut: Jalankan unit test dengan command: Hasil eksekusi unit test ini adalah sebagai berikut Kita melihat dari response tersebut, terdapat 4 test dengan 4 assertions, terdapat 1 error dan 1 failure. 1) MatematikaTest::testInputNgawurA non-numeric value encountered Error ini terjadi karena memberi inputan string pada inputan yang seharusnya integer. Sedangkan 1 Failure terjadi karena hasil yang salah saat melakukan testPositifNegatif. Dalam kasus 2 pangkat -4, seharusnya menghasilkan 0.0625. Ini tidak sesuai dengan kenyataan dari pemanggilan method tersebut yakni 1. Dengan demikian method tersebut gagal untuk case bilangan positif pangkat negatif. Contoh kasus diatas merupakan contoh kasus sederhana yang sangat lumrah terjadi dalam pengembangan aplikasi. Meskipun kode yang dibuat sesuai requirement, terdapat case-case yang tidak berjalan pada proses bisnis yang akan terjadi. Itulah dia, cara membuat unit Testing di PHP dengan PHPUnit