Mengenal Fitur Dasar Packet Tracer Cisco [Download]

Mengenal Fitur Dasar Packet Tracer Cisco [download] – Hai, Sobat Tekno.

Bagi beberapa pelajar/mahasiswa yang mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan maupun Teknik Informatika sudah tidak asing lagi dengan salah satu software yang digunakan untuk mensimulasikan jaringan, yaitu Cisco Packet Tracer.

Cisco Packet Tracer sendiri merupakan software untuk simulasi jaringan yang dikembangkan oleh Cisco. Jadi, dengan software ini, kita bisa melakukan simulasi jaringan yang nantinya juga akan kita terapkan di kehidupan nyata.

Dengan adanya software simulasi jaringan seperti ini terbilang cukup membantu. Terlebih harga perangkat-perangkat aslinya untuk membuat jaringan juga tidak bisa dibilang murah serta akan memakan banyak tempat dan waktu untuk mengaplikasikannya. Untuk lingkungan pembelajaran tentunya hal tersebut tidak worth it.

Oleh karena itu, maka software simulasi jaringan semacam Cisco Packet Tracer ini dibuat untuk mempermudah pembelajaran tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli perangkat jaringan.

Cisco Packet Tracer sendiri tersedia untuk perangkat Windows, Linux, maupun MacOS. Untuk mengunduhnya, kamu bisa langsung mengunjungi situs resmi Cisco, dengan catatan kamu harus mendaftar akun netacad terlebih dahulu. Agar lebih mudah, kamu bisa mendownload nya melalui link dibawah ini.

Download Cisco Packet Tracer Windows Version

Pastikan untuk mengunduh sesuai dengan versi windows kita (32-bit atau 64-bit). Setelah terunduh, langsung saja kamu install kemudian buka aplikasi. Kemudian, jika kamu diminta untuk login tapi tidak memiliki akun netacad bisa skip saja dan masuk sebagai guest (tamu).

Ini dia tampilan awal Cisco Packet Tracer

Tampilan awal Cisco Packet Tracer

Pada bagian putih di tengah layar seperti papan tulis itu adalah workspace atau lembar kerja. Kemudian di bagian atas dan bawah adalah toolbar untuk mengakses menu dalam aplikasi serta untuk melakukan hal seperti memilih perangkat, mengkonfigurasi, mencari error, dsb.

Setelah kita tahu seperti apa tampilan awal, maka selanjutnya kita akan menjelaskan tentang menu yang tersedia pada toolbar

Menu Yang Tersedia Pada Toolbar

Primary Toolbar

  1. (New) itu adalah tombol untuk membuka project baru
  2. (Open) untuk membuka file project yang sudah ada di komputer
  3. (Save) untuk menyimpan project Cisco Packet Tracer ke dalam bentuk file (.pkt)
  4. (Print) untuk mencetak project
  5. (Network Information) untuk mengisi deskripsi jaringan
  6. (User Profile) untuk melihat profil dari akun
  7. (Activity Wizard) untuk membuat sebuah test atau evaluasi
  8. (Copy) untuk meng-copy object pada workspace (CTRL+C)
  9. (Paste) untuk mem-paste object pada workspace (CTRL+V)
  10. (Undo) untuk kembali ke sebelumnya
  11. (Redo) untuk maju ke setelahnya
  12. Ada (Zoom In) untuk memperbesar tampilan
  13. Lalu (Zoom Reset) untuk mereset zoom (kembali ke ukuran default)
  14. Kemudian (Zoom Out) untuk memperkecil tampilan
  15. (Show Viewport) panel yang menampilkan sebagian atau seluruh area workspace
  16. (Show Workspace List) untuk menampilkan daftar ruang kerja

Commond Toolbar

  1. Select (Esc) untuk memilih/fokus ke object pada workspace
  2. Inspect (I) untuk menampilkan ringkasan berupa tabel konfigurasi pada perangkat
  3. Delete (Del) untuk menghapus object dari workspace
  4. Resize (Alt+R) untuk memperbesar atau memperkecil object
  5. Place Note (N) untuk memberi catatan/keterangan
  6. Line (L) untuk menggambar object garis lurus
  7. Rectangle (R) untuk menggambar object persegi
  8. Ellipse (E) untuk menggambar object lingkaran
  9. Freeform (F) untuk menggambar object non-geometris sesuai keinginan
  10. Add Simple PDU (P) untuk melakukan pengujian pengiriman packet dari satu perangkat ke perangkat lainnya
  11. Add Complex PDU (C) untuk melakukan pengujian pengiriman secara bersamaan. sama seperti Simple PDU, tapi Complex PDU bisa dikonfigurasi packet apa yang akan kita kirim, limitnya, dan sebagainya

Logical dan Physical Workspace

Logical Workspace

Ruang kerja logis merupakan tempat untuk menghabiskan sebagian besar waktu untuk membangun dan mengkonfigurasi jaringan.

Physical Workspace

Ruang kerja fisik merupakan tempat untuk memberikan dimensi fisik pada topologi jaringan logis dan gambaran secara nyata.

Itulah beberapa penjelasan tentang mengenal fitur dasar dan cara Doenload Packet Tracer Cisco.

Tutorial Desain Ip, Routing dan Firewall Menggunakan Packet Tracer Cisco

Tutorial Desain Ip, Routing dan Firewall Menggunakan Packet Tracer – Assalamualaikum, selamat datang di blog saya, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ilmu yaitu membuat desain IP,Routing, dan Firewall menggunakan Cisco Packet Tracer.

Sebelumnya masuk ke tutorial membuat desain IP,Routing, dan Firewall menggunakan Cisco Packet Tracer, apakah kalian tahu apa itu IP,Routing dan Firewall?

Internet Protocol Address (IP) adalah sebaris angka atau alamat yang dimiliki setiap komputer, ponsel, atau gawai “pintar” lainnya yang terhubung melalui internet. Angka-angka ini berbeda di setiap perangkat dan digunakan untuk menghubungi satu sama lain.

Baca Juga : Fakta dan Mitos Seputar Teknologi Di Sekitar Kamu

Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secam statis ke router lain.

Firewall adalah sistem keamanan yang melindungi komputer Anda dari berbagai ancaman di jaringan internet seperti   serangan virus, malware, spam, dan serangan jenis yang lainnya.

Dan apakah fungsi firewall itu?

  • pengontrol sekaligus pengawas arus paket data yang mengalir pada jaringan computer.
  • pos keamanan jaringan yang memeriksa, memyaring, membatasi, atau menolak semua aktivitas yang terjadi pada komputer dan bekerja otomatis sesuai kriteria dari alamat IP komputer sumber.
  • Mencegah agar informasi tidak bocor kemana mana dan tetap menjaga privasi informasi tersebut.
  • firewall  digunakan untuk memblokir atau melarang sebuah konten website dari alamat yang spesifik pada perangkat komputer anda.

Setelah mengetahui pengertian dari IP, Routing dan firewall serta beberapa fungsi firewall, mari kita langsung ke tutorial membuat Desain IP, Routing dan Firewall.

1.Buatlah desain jaringan topologi seperti gambar dibawah ini.

Gambar di atas merupakan jaringan topologi yang menggunakan perangkat sebagai berikut:

  1. 2 switch 2960
  2. 1 router
  3. 3 pc computer
  4. 3 pc laptop

(untuk menghubungkan semua perangkat gunakan kabel ”Automatically Choose Connection Type”.)

2. Masuk ke router atur Interface FastEthernet0/0 dan FastEthernet 1/0.

(Gambar di atas FastEthernet0/0 menggunakan IP Address 200.20.10.1 dan FastEthernet1/0 menggunakan IP Address 200.20.20.1)

3. Masukkan IP masing- masing pc computer dengan menggunakan IP static.

PC0 200.20.10.2
PC1 200.20.10.3
PC2 200.20.10.4

(untuk IP pc laptop gunakan IP DHCP)

Baca Juga : Trend Teknologi 2021 dan Masa Depan

4. Masuk ke server DHCP lalu atur config, FastEthernet0/0 dan service DHCP nya.

CONFIG
FastEthernet 0/0
Service DHCP

(lakukan hal yang sama dengan server kedua yaitu server  HTTP)

5. Block PC laptop 1 dengan sever DHCP.

DHCP SERVER dengan laptop 1

Desktop pada DHCP server pilih Firewall V4

    Masukkan deny icmp 200.20.20.4  0.0.0.0

Masukkan allow icmp 200.20.20.0  0.0.0.255Lakukan Firewall PC3 dengan semua laptop 1,2,3

6. Lakukan Firewall PC3 dengan semua laptop 1,2,3

Masuk ke Router pilih CLI

  • enable
  • conf t
  • access-list 1 deny host 200.20.10.4
  • access-list 1 permit any
  • int fa0/0
  • ip access-group 1 in
  • exit
  • exit
  • show access-list

7. Lakukan Firewall laptop 1 dengan pc 1,2,3.

Langkah selanjunya adalah Melakukan Firewall Laptop

  • Untuk Web Server Aktif
  • Masuk ke Router pilih CLI
  • conf t
  • no access-list 1 permit any
  • no access-list 1 deny host 200.20.20.4
  • access-list 101 deny icmp 200.20.10.0        0.0.0.255  200.20.20.4
  • access-list 101 permit ip any any
  • int fa0/0
  • ip access-group 101 in
  • exit
  • exit
  • show access-list

8. Untuk melihat sukses atau tidaknya firewall yang sudah kita setting tadi lakukan ping antara pc2 komputer dengan pc laptop 1.

Jika muncul tulisan seperti gambar di atas berarti konfigurasi firewall yang kita buat berhasil. yang bertuliskan “destination host unreachable” yang berarti host tujuan tidak dapat di jangkau, karena kita tadi sudah mengatur firewall. Dengan demikian firewall Menjadi pengatur lalu lintas atau trafik data terhadap jaringan satu dengan jaringan yang lain.

Baca Juga : Membuat Tampilan HTML Tanpa Kode? Bisa Dong!

Nah, dengan demikian Tutorial Membuat Desain Ip, Routing dan Firewall Menggunakan Packet Tracer. Semoga dengan artikel ini dapat membantu teman-teman untuk belajar Packet Tracer.