Cara Mudah Belajar Bahasa Pemrograman

Programmer adalah salah satu pekerjaan laris manis akhir-akhir ini. Nampaknya, pandemi covid-19 yang semakin tak terkendalipun tidak berpengaruh banyak terhadap pekerjaan ini. Bahkan, deretan orang kaya di dunia didominasi oleh orang-orang berlatar belakang IT. Untuk menjadi seorang programmer kamu harus alur berfikir yang runtut. Hal ini akan sangat untuk menyelesaikan masalah yang dituangkan dalam bahasa pemrograman. Memahami bahasa pemrograman merupakan investasi menjanjikan. Namun, hal ini bukanlah hal yang mudah. Banyak orang yang kebingungan mencari cara mudah belajar bahasa pemrograman. Kamu salah satunya? Untuk menjawab keresahan kamu, TASOfficial akan merangkum cara mudah belajar bahasa pemrograman. Cekidot! Sebelum belajar bahasa pemrograman pahami bahwa “Kamu tidak mungkin menjadi master hanya dalam satu hari”. Tidak ada ceritanya setelah kamu berhasil membuat hello words kemudian tertidur, saat kamu terbangun kamu langsung menjadi seorang master. Ada proses yang harus kamu lalui. Jadi mari kita satukan pemikiran bahwa “tidak ada yang instant, semua butuh proses”. Mie instant saja harus kamu masak, baru bisa kamu nikmati. Apalagi menjadi programmer. Harus ada proses yang kamu nikmati. Cari Tahu Apa Itu Bahasa Pemrograman Sama kaya mau ‘nembak‘ cewek, kamu harus melakukan pendekatan terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa mengenali si cewek dengan baik, apa hobinya, tanggal lahirnya, rumahnya, dan informasi penting lainnya. Begitu juga dalam mempelajari bahasa pemrograman. Kamu juga harus tahu seluk beluknya. Kalau kamu taunya hanya “kode yang ditulis di kode editor, yang bisa menghasilkan program”, tentu akan menjadi kurang menarik. Berbeda kalau tahu bahwa kamu bisa membuat apa saja dengan bahasa pemrograman ini. Pasti akan lebih menarik. Makin banyak informasi yang kita tahu semakin besar pula rasa penasaran yang kamu miliki. Hal ini akan membangun semangat kamu untuk belajar sampai akhir. Pilih Bahasa Pemrograman Yang Kamu Inginkan Ada banyak pilihan bahasa pemrograman di dunia ini. Pilih satu bahasa yang menurut kamu menarik. Sebenarnya tidak masalah kalau kamu mau belajar semuanya. Namun, baiknya kamu mendalami satu bahasa pemrograman terlebih dahulu. Sebab, pada dasarnya semua bahasa pemrograman mirip-mirip, hanya penulisannya yang berbeda. Oh ya, setelah kamu menentukan pilihan, kamu nggak boleh asal gonta-ganti. Kamu harus benar-benar paham bahasa pemrograman itu. Selanjutnya, setelah paham kamu baru boleh pindah. Jangan sembarangan ninggalin pas lagi sayang-sayangnya ya! Mulai Belajar Fundamentals Belajar fundamentals sangat penting untuk pegangan kamu agar tidak tersesat. Beberapa fundamentals yang harus kamu pelajari antara lain aturan penulisan, struktur data, percabangan, perulangan, dan error handling. Untuk menguji pemahaman kamu, selanjutnya kamu bisa mencoba framework yang tidak hanya bagus untuk dipelajari, tetapi juga mampu mengasah skill fundamental kita. Misal Flask, Django, dan lain sebagainya Learning By Doing Teknik belajar ini adalah teknik paling ciamik. Dengan praktik langsung pada masalah sehari-hari, kamu akan semakin paham dengan bahasa pemrograman. Gunakan platform yang kamu suka, seperti podcast, video tutorial, hingga course berbayar. Salah satunya TAS Academy. TAS academy akan membantu kamu dalam belajar bahasa pemrograman. Teknik belajar melalui suatu kasus dan solusi akan membuat pola pikir terarah dan membuatmu semakin mudah mempelajari bahasa pemrograman. Bergabung Dengan Komunitas Dalam dunia ini, yang ingin mempelajari bahasa pemrograman bukan hanya kamu sendiri. Kamu bisa bergabung untuk sekadar menyapa atau bahkan bertanya apabila kamu mengalami kesulitan. Kamu juga akan bertemu dengan banyak orang yang bisa kamu tiru gaya belajar hingga gaya kepenulisan kodenya. Jadi, apabila mengalami kendala, kamu bisa berkeluh kesah dengan komunitas ini. Jangan dipendam sendiri ya! Nah, begitulah cara mudah belajar bahasa pemrograman ala TASOfficial. Tapi, sifatnya nggak absolut kok. Artinya kamu boleh mengganti sesuai keinginan kamu. Semoga sukses belajarnya ya!

Mana Yang Lebih Baik, Golang Atau Nodejs?

Saat ini, web developer memiliki beragam pilihan bahasa pemrograman. Golang dan NodeJS adalah bahasa pemrograman paling revolusioner dalam pengembangan website. Bahasa ini perlahan menggeser bahasa server tradisional seperti Java dan PHP. Keduanya mendukung pengembangan website baik dari segi front-end maupun backend. Namun, mana yang lebih baik? Golang atau NodeJS? Meskipun sama-sama backend side programming keduanya memiliki perbedaan mendasar. NodeJS merupakan suatu framework pengembangan JavaScript yang mulai populer pada tahun 2018. Sementara itu, Golang atau Google Go adalah bahasa pemrograman baru terkenal beberapa tahun terakhir. Tren pengembangan back-end website saat ini membawa kita pada pola non-UI code yang berarti akan mengurangi kode terhubung langsung ke end-user. Untuk keperluan instance, data dari database hanya akan tersimpan dalam suatu tempat (umumnya dalam bentuk JSON). User hanya dapat mengakses data dari JSON ini. GoLang Golang adalah bahasa pemrograman open source dan gratis yang dikembangkan oleh Google pada tahun 2009. Bahasa ini cukup terkenal atas kontribusinya dalam membuat aplikasi jaringan yang lebih kuat, mudah, dan efisien. Golang membawa evolusi pada pengembangan website. Jargon Golang sesuai dokumentasinya adalah ekspresif, ringkas, bersih, dan efisien. Biasanya golang menempati sisi server karena sifatnya yang cepat, dan built in concurrency. Selain itu, juga mendukung website dengan tingkat trafik yang tinggi. Bahasa ini juga bersifat static sehingga tidak aka nada runtime error. Lebih lanjut, Golang juga mampu membuat tools dev-ops. Golang adalah teknologi yang membentuk aneka tools seperti Docker, Kubernetes, Terraform, dan Vault Keunikan Golang adalah lebih sederhana. Meskipun Golang tidak mendukung object oriented programming (karena tidak ada kelas dan object), tetapi golang mendukung struct. Dalam struct, user mendefinisikan sendiri tipe datanya. Oleh karena itu, Golang sering menjadi teknologi untuk membangun rest API. Golang juga termasuk dalam 16 bahasa pemrograman paling populer menurut Stack Overflow pada tahun 2018. Golang membangun website-website besar seperti Uber, BBC, Sound Cloud, dan Basecamp. NodeJS NodeJS adalah framework bahasa Javascript yang berbasis Google Chrome’s V8 engine. Untuk yang belum tahu, NodeJS diperkenalkan pertama kali pada JSConf 2008. Sama halnya dengan Golang, Node JS juga bersifat open-source dan mendukung crossplatfrom. Javascript mendukung front-end maupun back-end side. Oleh karena itu web developer tidak perlu mempelajari dua bahasa pemrograman yang berbeda. NodeJS merupakan bahasa pemrograman yang paling populer menurut StackOverflow. NodeJS cukup mumpungi untuk membangun website besar seperti Netflix, eBay, dan Groupon. Menurut NodeJs Foundation, 39% pengunanya menggunakan NodeJS untuk membangun front-end dan full-stack development. Sebaliknya, NodeJS tidak cukup terkenal untuk pengembangan front-end dan desktop application. Untuk mempermudah kelancaran pengembangan aplikasi, NodeJS difasilitasi oleh pustaka yang kaya dengan modulJS. Framework ini juga memiliki webserver sendiri sehingga memungkinkan untuk menjalankan website tanpa dukungan aplikasi lain seperti Apache. Penggunaan NodeJS sangat disarankan untuk pengembangan aplikasi real-time. Golang VS NodeJS Sebelum menentukan bahasa mana yang lebih baik, mari kita bandingkan kedua teknlogi ini berdasarkan faktor yang mempengaruhi kinerja bahasa pemrograman Performa Golang mumpuni untuk pengembangan aplikasi yang memiliki banyak microservices. Kecepatan Golang setara dengan C dan C++ yang artinya termasuk dalam kategori cepat. Built-in Garbage yang akan memonitor penggunaan memory. Sementara itu, NodeJS mendukung asynchoronous process. Service yang kecil akan dieksekusi di belakang layar tanpa mengganggu thread utama. Kode dalam nodeJS bersifat reusable. Hal ini cocok untuk proses update data dalam aplikasi real-time 2. Scalability dan concurrency Golang sangat terkenal dengan concurrency-nya. Fitur ini membuat Golang sangat ringan dan memilik performa yang sangat baik. Dengan concurrency ini, Golang dapat mengirim method dari satu channel ke channel yang lain. Sementara itu, NodeJS hanya mendukung single thread 3. Komunitas Pengembang NodeJs memiliki komunitas yang jauh lebih besar daripada GoLang. Hingga saat ini, NodeJS telah mencapai 1 juta download dan 56000 bintang pada Github. Golang memiliki komunitas yang lebih kecil. Namun, bukan berarti Golang dapat disepelekan. Komunitas ini terus berkembang dari tahun ke tahun. 4. Tools NodeJS lebih banyak didukung IDE daripada Golang. Npm adalah tools yang paling utama dari NodeJS, meskipun terkadang prosesnya sangat lama. Namun, NodeJS memiliki robust tools, seperti Gofmit, Godoc, GoMetaLiner, and Go ru Error handling NodeJs menggunakan program tradisional seperti try..catch untuk mendukung error handling. Namun, ini jauh lebih baik daripda Golang. Oleh karena itu, NodeJs Mana yang lebih baik? Bergantung jenis aplikasinya. Jika kita akan mengembangkan aplikasi dengan banyak microservices, dan berskala besar, gunakan Golang. Namun, jika project berupa aplikasi yang memiliki manual solution gunakan NodeJs Oleh karena itu, jawaban pertanyaan mana yang lebih baik, golang atau nodejs termasuk sulit untuk dijawab karena bergantung beberapa hal. Semoga mendapatkan pencerahan ya!