Mengenal Fitur Dasar Packet Tracer Cisco [Download]

Mengenal Fitur Dasar Packet Tracer Cisco [download] – Hai, Sobat Tekno.

Bagi beberapa pelajar/mahasiswa yang mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan maupun Teknik Informatika sudah tidak asing lagi dengan salah satu software yang digunakan untuk mensimulasikan jaringan, yaitu Cisco Packet Tracer.

Cisco Packet Tracer sendiri merupakan software untuk simulasi jaringan yang dikembangkan oleh Cisco. Jadi, dengan software ini, kita bisa melakukan simulasi jaringan yang nantinya juga akan kita terapkan di kehidupan nyata.

Dengan adanya software simulasi jaringan seperti ini terbilang cukup membantu. Terlebih harga perangkat-perangkat aslinya untuk membuat jaringan juga tidak bisa dibilang murah serta akan memakan banyak tempat dan waktu untuk mengaplikasikannya. Untuk lingkungan pembelajaran tentunya hal tersebut tidak worth it.

Oleh karena itu, maka software simulasi jaringan semacam Cisco Packet Tracer ini dibuat untuk mempermudah pembelajaran tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli perangkat jaringan.

Cisco Packet Tracer sendiri tersedia untuk perangkat Windows, Linux, maupun MacOS. Untuk mengunduhnya, kamu bisa langsung mengunjungi situs resmi Cisco, dengan catatan kamu harus mendaftar akun netacad terlebih dahulu. Agar lebih mudah, kamu bisa mendownload nya melalui link dibawah ini.

Download Cisco Packet Tracer Windows Version

Pastikan untuk mengunduh sesuai dengan versi windows kita (32-bit atau 64-bit). Setelah terunduh, langsung saja kamu install kemudian buka aplikasi. Kemudian, jika kamu diminta untuk login tapi tidak memiliki akun netacad bisa skip saja dan masuk sebagai guest (tamu).

Ini dia tampilan awal Cisco Packet Tracer

Tampilan awal Cisco Packet Tracer

Pada bagian putih di tengah layar seperti papan tulis itu adalah workspace atau lembar kerja. Kemudian di bagian atas dan bawah adalah toolbar untuk mengakses menu dalam aplikasi serta untuk melakukan hal seperti memilih perangkat, mengkonfigurasi, mencari error, dsb.

Setelah kita tahu seperti apa tampilan awal, maka selanjutnya kita akan menjelaskan tentang menu yang tersedia pada toolbar

Menu Yang Tersedia Pada Toolbar

Primary Toolbar

  1. (New) itu adalah tombol untuk membuka project baru
  2. (Open) untuk membuka file project yang sudah ada di komputer
  3. (Save) untuk menyimpan project Cisco Packet Tracer ke dalam bentuk file (.pkt)
  4. (Print) untuk mencetak project
  5. (Network Information) untuk mengisi deskripsi jaringan
  6. (User Profile) untuk melihat profil dari akun
  7. (Activity Wizard) untuk membuat sebuah test atau evaluasi
  8. (Copy) untuk meng-copy object pada workspace (CTRL+C)
  9. (Paste) untuk mem-paste object pada workspace (CTRL+V)
  10. (Undo) untuk kembali ke sebelumnya
  11. (Redo) untuk maju ke setelahnya
  12. Ada (Zoom In) untuk memperbesar tampilan
  13. Lalu (Zoom Reset) untuk mereset zoom (kembali ke ukuran default)
  14. Kemudian (Zoom Out) untuk memperkecil tampilan
  15. (Show Viewport) panel yang menampilkan sebagian atau seluruh area workspace
  16. (Show Workspace List) untuk menampilkan daftar ruang kerja

Commond Toolbar

  1. Select (Esc) untuk memilih/fokus ke object pada workspace
  2. Inspect (I) untuk menampilkan ringkasan berupa tabel konfigurasi pada perangkat
  3. Delete (Del) untuk menghapus object dari workspace
  4. Resize (Alt+R) untuk memperbesar atau memperkecil object
  5. Place Note (N) untuk memberi catatan/keterangan
  6. Line (L) untuk menggambar object garis lurus
  7. Rectangle (R) untuk menggambar object persegi
  8. Ellipse (E) untuk menggambar object lingkaran
  9. Freeform (F) untuk menggambar object non-geometris sesuai keinginan
  10. Add Simple PDU (P) untuk melakukan pengujian pengiriman packet dari satu perangkat ke perangkat lainnya
  11. Add Complex PDU (C) untuk melakukan pengujian pengiriman secara bersamaan. sama seperti Simple PDU, tapi Complex PDU bisa dikonfigurasi packet apa yang akan kita kirim, limitnya, dan sebagainya

Logical dan Physical Workspace

Logical Workspace

Ruang kerja logis merupakan tempat untuk menghabiskan sebagian besar waktu untuk membangun dan mengkonfigurasi jaringan.

Physical Workspace

Ruang kerja fisik merupakan tempat untuk memberikan dimensi fisik pada topologi jaringan logis dan gambaran secara nyata.

Itulah beberapa penjelasan tentang mengenal fitur dasar dan cara Doenload Packet Tracer Cisco.

Tutorial Desain Ip, Routing dan Firewall Menggunakan Packet Tracer Cisco

Tutorial Desain Ip, Routing dan Firewall Menggunakan Packet Tracer – Assalamualaikum, selamat datang di blog saya, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ilmu yaitu membuat desain IP,Routing, dan Firewall menggunakan Cisco Packet Tracer.

Sebelumnya masuk ke tutorial membuat desain IP,Routing, dan Firewall menggunakan Cisco Packet Tracer, apakah kalian tahu apa itu IP,Routing dan Firewall?

Internet Protocol Address (IP) adalah sebaris angka atau alamat yang dimiliki setiap komputer, ponsel, atau gawai “pintar” lainnya yang terhubung melalui internet. Angka-angka ini berbeda di setiap perangkat dan digunakan untuk menghubungi satu sama lain.

Baca Juga : Fakta dan Mitos Seputar Teknologi Di Sekitar Kamu

Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secam statis ke router lain.

Firewall adalah sistem keamanan yang melindungi komputer Anda dari berbagai ancaman di jaringan internet seperti   serangan virus, malware, spam, dan serangan jenis yang lainnya.

Dan apakah fungsi firewall itu?

  • pengontrol sekaligus pengawas arus paket data yang mengalir pada jaringan computer.
  • pos keamanan jaringan yang memeriksa, memyaring, membatasi, atau menolak semua aktivitas yang terjadi pada komputer dan bekerja otomatis sesuai kriteria dari alamat IP komputer sumber.
  • Mencegah agar informasi tidak bocor kemana mana dan tetap menjaga privasi informasi tersebut.
  • firewall  digunakan untuk memblokir atau melarang sebuah konten website dari alamat yang spesifik pada perangkat komputer anda.

Setelah mengetahui pengertian dari IP, Routing dan firewall serta beberapa fungsi firewall, mari kita langsung ke tutorial membuat Desain IP, Routing dan Firewall.

1.Buatlah desain jaringan topologi seperti gambar dibawah ini.

Gambar di atas merupakan jaringan topologi yang menggunakan perangkat sebagai berikut:

  1. 2 switch 2960
  2. 1 router
  3. 3 pc computer
  4. 3 pc laptop

(untuk menghubungkan semua perangkat gunakan kabel ”Automatically Choose Connection Type”.)

2. Masuk ke router atur Interface FastEthernet0/0 dan FastEthernet 1/0.

(Gambar di atas FastEthernet0/0 menggunakan IP Address 200.20.10.1 dan FastEthernet1/0 menggunakan IP Address 200.20.20.1)

3. Masukkan IP masing- masing pc computer dengan menggunakan IP static.

PC0 200.20.10.2
PC1 200.20.10.3
PC2 200.20.10.4

(untuk IP pc laptop gunakan IP DHCP)

Baca Juga : Trend Teknologi 2021 dan Masa Depan

4. Masuk ke server DHCP lalu atur config, FastEthernet0/0 dan service DHCP nya.

CONFIG
FastEthernet 0/0
Service DHCP

(lakukan hal yang sama dengan server kedua yaitu server  HTTP)

5. Block PC laptop 1 dengan sever DHCP.

DHCP SERVER dengan laptop 1

Desktop pada DHCP server pilih Firewall V4

    Masukkan deny icmp 200.20.20.4  0.0.0.0

Masukkan allow icmp 200.20.20.0  0.0.0.255Lakukan Firewall PC3 dengan semua laptop 1,2,3

6. Lakukan Firewall PC3 dengan semua laptop 1,2,3

Masuk ke Router pilih CLI

  • enable
  • conf t
  • access-list 1 deny host 200.20.10.4
  • access-list 1 permit any
  • int fa0/0
  • ip access-group 1 in
  • exit
  • exit
  • show access-list

7. Lakukan Firewall laptop 1 dengan pc 1,2,3.

Langkah selanjunya adalah Melakukan Firewall Laptop

  • Untuk Web Server Aktif
  • Masuk ke Router pilih CLI
  • conf t
  • no access-list 1 permit any
  • no access-list 1 deny host 200.20.20.4
  • access-list 101 deny icmp 200.20.10.0        0.0.0.255  200.20.20.4
  • access-list 101 permit ip any any
  • int fa0/0
  • ip access-group 101 in
  • exit
  • exit
  • show access-list

8. Untuk melihat sukses atau tidaknya firewall yang sudah kita setting tadi lakukan ping antara pc2 komputer dengan pc laptop 1.

Jika muncul tulisan seperti gambar di atas berarti konfigurasi firewall yang kita buat berhasil. yang bertuliskan “destination host unreachable” yang berarti host tujuan tidak dapat di jangkau, karena kita tadi sudah mengatur firewall. Dengan demikian firewall Menjadi pengatur lalu lintas atau trafik data terhadap jaringan satu dengan jaringan yang lain.

Baca Juga : Membuat Tampilan HTML Tanpa Kode? Bisa Dong!

Nah, dengan demikian Tutorial Membuat Desain Ip, Routing dan Firewall Menggunakan Packet Tracer. Semoga dengan artikel ini dapat membantu teman-teman untuk belajar Packet Tracer.

Mengenal Lebih Dalam Desain IP, Routing, dan Firewall

Mengenal Lebih Dalam Desain IP, Routing, dan Firewall – Hai, Sobat Tekno.

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang berhubungan dengan jaringan lagi. Kita akan membahsa lebih detail lagi apa itu Desain IP, Routingm dan Firewall. Langsung saja kita bahas di bawah ini.

Desain IP

Pengertian

Praktik perencanaan dan perancangan jaringan komunikasi. Desain
jaringan mencakup hal-hal seperti analisis jaringan (network analysis),
pengalamatan IP (IP adressing), pemilihan perangkat keras (hardware
choosing), dan perencanaan implementasi (implementation planning).

Tujuan dan Fungsi

  1. Tujuan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi data sambil meminimalkan biaya.
  2. Fungsi dapat dilakukan pada tingkat antar-organisasi, organisasi, atau departemen serta persyaratan yang dihasilkan selama analisis.

Macam-macam detail Infrakstruktur jaringan

  1. Network map atau peta jaringan yang jelas.
  2. Structure (struktur) dan layout (tata letak) kabel yang dibutuhkan.
  3. Quantity (jumlah), types (jenis), dan location (lokasi) semua perangkat di jaringan.
  4. Struktur pengalamatan IP atau IP addressing Anda.
  5. Terakhir, yaitu detail architecture (arsitektur) dan proses keamanan jaringan atau network security Anda.

Tujuan dan Fungsi Network Design

  • Tujuan utama adalah untuk memenuhi kebutuhan komunikasi data sambil meminimalkan biaya.
  • Berfungsi sebagai dasar dan untuk monitoring (pemantauan) jaringan yang efektif.

Cara mendesain jaringan

  1. Identifikasi kebutuhan
  2. Menilai keadaan jaringan sekarang
  3. Merancang topologi jaringan
  4. Memilih hardware dan software
  5. Rencana implementasi dan pengembangan selanjutnya

Routing

Pengertian

Proses pengiriman data atau informasi dengan meneruskan paket data
yang dikirim dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router adalah
perangkat yang digunakan untuk menjalankan fungsi routing tersebut.

Contoh Routing

  1. Mengirim pesan dari satu komputer ke komputer lain
  2. Telepon melalui jaringan internet
  3. Mengirim data ke jaringan komputer.

Fungsi Routing

Untuk mengkonfigurasikan 2 buah router atau lebih agar bisa saling
terhubung dan mengirim pesan ping antar satu dengan lainnya.

Cara kerja Routing

Di dalam sebuah jaringan komputer, ada yang namanya TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol). TCP atau IP berfungsi
sebagai alamat pengiriman paket data agar bisa sampai ke alamat yang
dituju (host tujuan). Tugas TCP/IP dibagi mulai dari mengirim paket data
hingga menerima paket data dalam sistem.

Baca Juga : Trend Bahasa Pemrograman Tahun 2021 Terbaik
Datagram tersebut memiliki alamat tujuan paket data dikirimkan. IP
kemudian memeriksa alamat pada paket data untuk kemudian
disampaikan ke perangkat tujuan. Jika alamat tujuan datagram ada di
satu jaringan dengan perangkat asal, maka data tersebut akan langsung
disampaikan. Namun, jika alamat tujuan data tidak ada di jaringan yang
sama maka akan diteruskan ke router lain yang lebih tepat.

Routing sendiri merupakan proses yang dialami data untuk mencapai
tujuan di jaringan komputer. Konsep dasar routing sendiri berada di
lapisan jaringan TCP/IP. Pada lapisan ini terjadi proses memberi alamat
di setiap user komputer. Data-data yang dikirim dari perangkat dikirim
dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang dikenal sebagai IP.

Pengertian IP (Internet Protocol) Address

IP Address atau alamat IP adalah identitas numerik yang diberikan pada
sebuah perangkat komputer agar bisa berkomunikasi dengan komputer
lain. Tanpa alamat IP, pastinya komputer akan sulit terhubung dengan
komputer lain. Alamat IP terdiri dari 4 blok bilangan desimal dengan nilai
mulai dari 0 hingga 255, contohnya adalah: 192.168.1.2.

Alamat IP sebenarnya tidak diberikan pada unit komputer melainkan
pada antarmuka jaringan di dalam sebuah komputer. Sebuah komputer
bisa saja memiliki dua antarmuka jaringan sehingga memiliki dua alamat
IP yang berbeda. Alamat IP pada komputer bersifat unik, artinya tidak
boleh sama dengan komputer lainnya. Hal ini bertujuan untuk
mengindari adanya kesalahan pengiriman data.

Jenis Routing Pada Jaringan Komputer

Jika dibedakan berdasarkan pengiriman paket data pada routing, kita
bisa membedakan routing menjadi 2 yaitu langsung dan tidak langsung:

  • Routing Langsung. adalah sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Misalnya sebuah komputer dengan alamat IP 192.167.1.3 mengirim data ke komputer lain dengan alamat IP 192.167.1.2 maka data akan langsung dikirim ke alamat IP tersebut
  • Routing Tidak Langsung. adalah proses pengiriman data melalui proses pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat host yang dituju. Misalnya komputer dengan IP 192.167.1.3 ingin mengirim data ke komputer dengan IP 192.167.1.2, sebelum ke host tersebut harus menuju ke komputer dengan IP 192.167.1.4 terlebih dulu.

Kemudian untuk membedakan routing berdasakan jenis konfigurasi
menjadi:

Minimal Routing, adalah proses routing sederhana yang biasanya
hanya untuk pemakaian ruoting lokal saja

  1. Static Routing, adalah proses routing yang digunakan pada
    jaringan yang menggunakan sedikit router dan konfigurasi routing
    yang tidak berubah dalam waktu lama.
  2. Dinamic Routing, adalah proses routing yang digunakan pada
    jaringan yang memiliki lebih dari satu rute. Jika ada perubahan
    topologi antar jaringan, router secara otomatis membuat routing
    baru. Routing dinamis merupakan protokol routing yang digunakan
    untuk menemukan jaringan serta untuk melakukan update pada
    routing table pada router.

Jika bisa dijelaskan secara umum, pengertian routing adalah proses
mengirim dan menerima dari dari perangkat sumber ke perangkat
tujuan. Kedua perangkat sama-sama memiliki alamat IP untuk
memudahkan pengiriman paket data. Jika alamat IP yang dituju sesuai
yang diinginkan oleh pengirim, maka paket data akan diteruskan.
Memahami routing adalah hal dasar yang harus Anda persiapkan saat
mempelajari jaringan komputer secara mendalam.

Firewall

Pengertian

Firewall adalah sistem keamanan yang melindungi komputer Anda dari
berbagai ancaman di jaringan internet. Firewall ini bekerja sebagai sekat
atau tembok yang membatasi komputer dari jaringan internet. Melalui
“tembok api” inilah Anda bisa mengatur data, informasi, dan kegiatan
apa yang boleh lalu lalang dari jaringan internet ke komputer dan begitu
pula sebaliknya.

Macam-macam firewall

  1. Firewall berbasis hardware merupakan piranti keras yang terdapat dalam sistem jaringan, misalnya router. Firewall macam ini memerlukan konfigurasi untuk dapat bekerja secara efektif. Untuk dapat bekerja, firewall menggunakan teknik filter untuk menentukan packet utama, sumber, dan tujuannya. Secara internal sistem akan membandingkan data menurut aturan yang ditetapkan. Kemudian, ia memutuskan data mana yang perlu di-drop atau diteruskan ke tujuan.
  2. Firewall berbasis software merupakan solusi untuk perlindungan jaringan bagi pengguna internet di rumah. Biasanya firewall ini diciptakan dalam bentuk aplikasi terpisah maupun sebagai fitur tambahan dari anti-virus. Jenis firewall macam ini melindungi trafik inbound dan juga outbound, selain juga menghindarkan Anda dari virus Trojan serta Worm.

Fungsi Firewall

  • Melindungi data dari Hacker dan pengguna tidak terotorisasi
  • Block pesan yang tidak diinginkan
  • Block konten yang tak diinginkan
  • Membuat game online lebih aman dan nyaman
  • Monitor bandwidth
  • Mengakses Layanan VPN

Cara kerja Firewall

Pertama, packet filtering atau stateless. Artinya, firewall
menggunakan aturan tertentu untuk melihat boleh tidaknya suatu data
masuk ke jaringan. Setiap packet diperiksa secara sendiri-sendiri atau
dalam isolasi. Jika packet dikirim dalam grup, maka setiap packet akan
diperiksa secara satu per satu.

Ketika sebuah packet dianggap berbahaya maka ia takkan diijinkan
masuk. Sebaliknya, ketika packet dianggap aman maka dia akan
diteruskan ke sistem yang meminta.

Kedua, proxy service. Ini merupakan aplikasi yang bekerja sebagai
penghubung antara sistem jaringan. Aplikasi proxy berada di dalam
firewall dan bertugas untuk memeriksa packet yang saling ditukarkan
dalam jaringan.

Sistem ini bisa dikatakan lebih efektif. Sebab, semua informasi yang
diperiksa secara tersentralisasi. Cara kerja macam ini bisa dikatakan
lebih canggih karena proxy service berusaha menciptakan hubungan
antarjaringan yang mirip. Proxy seolah menghubungkan jaringan secara
langsung, padahal ia hanya berusaha meng-copy mekanisme yang
mirip.

Baca Juga : Python Packages Yang Wajib Kamu Coba

Ketika firewall selesai memeriksa packet, ia kemudian akan merespons
dengan salah satu dari tiga cara. Pertama, accept atau terima. Artinya,
firewall akan memperbolehkan trafik untuk melewati jaringan. Kedua,
reject atau tolak. Ini berarti firewall menolak trafik untuk lewat dan
membalasnya dengan tampilan “unreachable error”. Terakhir, drop atau
lewati di mana firewall menolak trafik tanpa mengirimkan pesan.

Nah, demikian merupakan Mengenal Lebih Dalam Desain IP, Routing, dan Firewall. Semoga dengan artikel ini bisa memberi pengetahuan lebih dan menjawab pertanyaan seputar teknologi jaringan.

Tutorial Cara Membuat Jaringan Topologi Cisco Packet Tracer

Pengertian Jaringan Topologi

Tutorial Cara Membuat Jaringan Topologi Cisco Packet Tracer – Hai, Sobat Tekno.

Jaringan Topologi merupakan metode atau cara yang dipakai agar dapat terkoneksi satu komputer dengan komputer lainnya.

Struktur atau jaringan yang digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dapat menggunakan kabel ataupun tanpa kabel (nirkabel).

Sebelum melanjutkan kami juga sudah menyediakan tutorial mengenai : Tutorial Mendownload dan Menginstall Cisco Packet Tracer.

Pada pelaksanaannya, ada beberapa macam topologi pada suatu jaringan komputer yang dipakai sesuai dengan skala jaringan, tujuan, biaya, dan penggunanya. Beberapa macam topologi tersebut adalah topologi ring, topologi bus, topologi star, topologi mesh, dan topologi tree.

Perangkat Yang Dibutuhkan

Terdapat beberapa perangkat yang dibuthkan untuk membuat topologi jaraingan. Berikut merupakan pernagkat yang dibutuh di Packet Tracer :

-18 Komputer

-12 Laptop

-1 Server

-3 Wifi

-2 Router

-2 Switch

Masing-masing switch dan router terhubung dengan 18 komputer, 3 wifi, 12 laptop. Setiap komputer dan laptop mempunyai IP Address dengan level dan kelompok yang sama. Tampilan akhirnya akan seperti dibawah ini

Topologi jaringan packet tracer 1

Langkah-langkah pembuatan jaringan diatas

1. Buatlah 2 switch dan 2 router

Topologi jaringan packet tracer 2
Topologi jaringan packet tracer 3

Switch dan router dapat di temukan di toolbar bawah, pada bagian ‘SWITCHES” DAN “ROUTERS”. Pilih tipe yang mana saja, tiap tipe mewakilkan tipe-tipe switch dan router yang dikeluarkan oleh cisco.

2. Hubungkan router dengan masing-masing switch. Buatlah 9 komputer pda tiap tiap switch,sehingga terdapat 18 komputer yang terhubung dengan 2 switch.

Topologi jaringan packet tracer 4

Setelah 18 komputer sudah dibuat, kemudian hubungkan komputer-komputer tersebut ke switch. Karena yang terhubung adalah 2 perangkat yang berbeda, maka pakai lah kabel straight sebagai media transmisinya.

Topologi jaringan packet tracer 6
Topologi jaringan packet tracer 7

Ketika pertama kali komputer disambungkan dengan kabel ke switch, lingkaran hijau yang ada di switch, akan berwarna kuning. Hal ini menandakan bahwa hubungan tersebut masih di inisialisasi, jika media transmisi yang digunakan benar, maka lama kelamaan indikator tersebut akan berubah warna menjadi lingkaran hijau tetapi jika salah, maka akan berwarna merah.

Topologi jaringan packet tracer 8

3. Hubungkan tiap-tiap router dengan router yang berada ditengah memakai kabel cross.

Mengapa media yang dipakai kabel cross? Karena fungsi dari cross adalah menghubungkan antara dua device yang sama. Kabel cross dapat ditemukan di tool bar “connections”.

Baca Juga : Kenapa ya orang India pada jago coding?

4. Buatlah 1 buah server yang terhubung dengan switch.

Topologi jaringan packet tracer 9

Server dapat ditemukan di toolbar “END DEVICE”. Hubungkan server dengan switch menggunakan kabel straight. Server disini bisa difungsikan sebagai storage data (data werahaouse) atau sentral prosesing (semua proses dilakukan oleh server.

Topologi jaringan packet tracer 10
Topologi jaringan packet tracer 11
Topologi jaringan packet tracer 12

Pengaturan fisik untuk jaringan sudah selesai sampai disini. Semua perangkat sudah terhubung secara fisik. Untuk melakukan pengiriman data, masih diperlukan sebuah alamat yang unik pada setiap computer yang terhubung. Hal ini dilakukan agar, data terkirim sesuai sasaran dan switch bisa menentukan ke alamat mana data tersebut dikirim.

Ada 2 tipe Address:

  • IP Static
  • DHCP (IP Dynamic)

Untuk sekarang kita akan mengkonfigurasi IP DHCP (IP Dynamic). Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Klik computer yang ingin di konfigurasi IP Address nya, kemudian akan muncul window baru,
  2. Klik tab desktop,
  3. Akan muncul menu, pilih IP Configuration,
  4. Klik bagian IP DHCP maka IP akan terisi secara otomatis,
  5. Ulangi Langkah 1-4 sampai semua computer mempunyai IP Address yang berbeda.
Topologi jaringan packet tracer 13
Topologi jaringan packet tracer 14
Topologi jaringan packet tracer 15

Setelah semua computer telah dikonfigurasi IP Addressnya, sekarang waktunya mencari tahu apakah jaringan sudah terbentuk sempurna atau belum, dengan cara menge-ping computer yang bersebrangan dengan cara:

  1. Klik computer yang ingin menge-ping computer lain, kemudian akan muncul window baru.
  2. Klik tab desktop.
  3. Masuk ke menu Command Prompt
  4. Dan ketiklah perintah Ping 192.168.10.4 IP Address computer tujuan.
  5. Ping sukses menandakan jalur komunikasi data antar 2 perangkat tersebut sudah terhubung dan siap.
Topologi jaringan packet tracer 16

Demikian merupakan Tutorial Cara Membuat Jaringan Topologi Cisco Packet Tracer. Semoga dengan tutorial ini bisa membantu teman-teman untuk membuat topologi jaraingan di Packet Tracer.

Download dan Install Packet Tracer Cisco (Terbaru 2022)

Tutorial Mendownload dan Menginstall Cisco Packet Tracer – Hai, Sobat Tekno!

Apa itu Packet Tracer? merupakan sebuah cross-platform visual simulasi alat yang dirancang oleh Cisco Systems. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat topologi jaringan dan meniru modern jaringan komputer.

Cara mendownload

1. Cara yang pertama adalah Buka Chrome,  lalu search “Download Cisco Packet Tracer 6.2 Windows”.

Cara Download Packet Tracer 1

2.  kemudian, Klik dua kali untuk memasuki website tersebut.

Cara Download Packet Tracer 2

3. Pilih  File :  Cisco Packet Tracer 6.2 Student Version (No Tutorials) Size : 55 MB.

Cara Download Packet Tracer 3

4. Klik download untuk mendownload.

Cara Download Packet Tracer 4

5. Proses download berlangsung tunggu sampai selesai.

Cara Download Packet Tracer 5

6. Anda sudah berhasil mendownload Version (No Tutorial), Size 55MB.

Cara Download Packet Tracer 6

7. Cari file yang sudah di download tadi.

Cara Download Packet Tracer 7

8. Setelah itu double klik pada software nya.

Cara Download Packet Tracer 8

Cara Menginstall

Setelah download, step berikutnya adalah kita lanjut menginstalnya, setelah file dibuka akan muncul tampilan Set Up. klik “Next”

Cara Menginstall Packet Tracer 1

1. Pilih “I Accept The Agreement” lalu next.

Cara Menginstall Packet Tracer 2

2. Setelah Agreement Pada select destination location pilih folder installasi misalnya C:\Program Files\Cisco Packet.

Cara Menginstall Packet Tracer 3

3. klik “next” lagi.

Cara Menginstall Packet Tracer 4

4. Setelah next, akan Muncul tampilan select additional tasks lalu centang “Creat a desktop icon” dan klik “next”.

Cara Menginstall Packet Tracer 4

5. Pilih install untuk mulai menginstall.

Cara Menginstall Packet Tracer 5

6. Proses installasi sedang berjalan tungggu sampai selesai.

Cara Menginstall Packet Tracer 6

7. Setelah proses selesai, pilih OK untuk restart computer.

Cara Menginstall Packet Tracer 7

8. Lalu pilih finish.

Cara Menginstall Packet Tracer 8

9. Tampilan Packet Tracer.

Cara Menginstall Packet Tracer 9

Gambar diatas adalah tampilan Packet Tracer 6.2 . Apabila tampilan sudah seperti gambar di atas berarti siap digunakan. Terdapat berbagai fitur di dalam Cisco Packet Tacer 6.2 dan di setiap fitur mempunyai fungsi masing-masing.

Setelah mengikuti tutorial diatas, kita bisa mencoba untuk memakai Packet Tracer. Mulailah mencoba untuk mebmbuat suatu Topologi Jaringan, kamu bisa mengikuti Tutorial Cara Membuat Jaringan Topologi Cisco Packet Tracer

Kesimpulan nya, Aplikasi ini merupakan aplikasi untuk membuat simulasi jaringan atau untuk membuat sebuah topologi jaringan. Aplikasi ini juga dilengkapi oleh berbagai fitur untuk memudahkan kita dalam pembelajaran.

Demikianlah merupakan Tutorial Mendownload dan Menginstall Cisco Packet Tracer. Semoga dengan tutorial diatas bisa membatnu teman-teman untuk menginstall Packet Tracer.