Saatnya Bersiap Upgrade Ke Angular 11

Angular adalah sebuah platform untuk mengembangkan front–end dari aplikasi web yang berbasis Java Script. Google mengembangkan framework ini pertama kali pada 20 Oktober 2010 lalu. Angular terus melakukan pembaharuan dan pengembangan pada sistemnya. Hingga artikel ini rilis, angular telah sampai pada versi 10. Namun, usut punya usut ternyata developer Angular telah mengembangkan versi 11 loh! Untuk kamu pengguna framework angular, sudah saatnya bersiap untuk upgrade ke Angular 11. Apa saja fitur barunya? Sampai sejauh ini, beberapa perubahan yang direncanakan meliputi tipe data yang lebih ketat, peningkatan performa routing, dan mencabut dukungannya terhadap Internet Explorer. Perlu kamu tahu, versi beta dan kandidat rilis telah tersedia pada Github. Kamu bisa iseng-iseng mencoba beta versionnya. Itung-itung pemanasan sebelum versi productionnya rilis pada November atau awal Desember nanti. Nah, TASOfficial telah merangkum highlights penting dari Angular 11 Dukungan HMR (Hot Module Reload) yang lebih mudah Pembaharuan ini akan memudahkan kamu dalam reload perubahan-perubahan yang terjadi selama proses pengembangan berlangsung. HMR pada Angular 11 juga diklaim lebih mudah dari versi sebelumnya. Kamu akan dapat mengaktifkan fitur Hot Module Reload hanya dengan simple flag Lebih Banyak Dukungan Terhadap ESLint Developers Angular telah bekerja sama dengan James Henry (tim ESLint) dan komunitas untuk meningkatkan dukungan ESLint. Dukungan ini memungkinkan adanya jalur migrasi dari TSLint ke ESLint. Ivy Language Service Pada Angular 11 kamu akan mendapat preview opt-in untuk Ivy Language Service. Fitur ini akan memudahkan kamu dalam mengecek tipe data dan melakukan auto-complete di template kamu Ngcc Yang Lebih Cepat Tak lupa, pengembang Angular juga melakukan perbaikan pada compiler Angular, ngcc. Ngcc diklaim 4x lebih cepat dari pendahulunya. Dengan pembaharuan ini, kamu dapat menghemat waktu builds dan rebuilds project. Selain itu, TypeScript compiler juga lebih cepat. Pembaharuan ini akan terinstall pada Typescript 4.1 Itulah beberapa highlight pembaharuan pada Angular 11. Untuk melihat daftar pembaharuan kamu bisa melihatnya di official changelog dan roadmap. Bagaimana? Sudah siap untuk saatnya Bersiap Upgrade Ke Angular 11?

Android Emulator Kini Lebih Mendukung Foldable

Android emulator merupakan dukungan bawaan untuk pengembangan aplikasi android. Android emulator akan langsung terinstall ketika kamu mengintall Android Studio pada laptop/PC kamu. Kini android emulator sudah semakin canggih dan lebih mendukung foldable(via android policy). Nah, kali ini TASOfficial akan mencoba membeberkan beberapa update pada android emulator ini. Fitur Baru Android Emulator Android 11 Sebenarnya, dukungan android emulator terhadap foldable device ini sudah ada sejak April 2019. Dalam pengumuman resminya, Google menuliskan “Jika sebuah foldable device terkonfigurasi, maka emulator akan mengirimkan perubahan hinge angle sensors dan postur kepada para guest. Foldable device ini akan mengubah angle sensors dan posture setelah tombol fold atau unfold ditekan”. Sayangnya, untuk mengakses ini kamu memerlukan Android 11 system image dan konfigurasi AVD yang hingga saat ini belum rilis. Selain dukungan terhadap foldable devices, android emulator android 11 juga membawa banyak fitur tambahan yakni cross-compilation dari x86_64 ke arm64 hosts, mendukung virtio-gpu host yang berhubungan dengan blob resources, USB passthrough pada windows, kemampuan menyembunyikan frame device, tombol untuk dukungan meteredness, serta perbaikan beberapa bugs Membuka Pasar Baru Meskipun memang kenyataannya foldable devices belum populer, namun ada banyak pertanda bahwa desain ini akan menjadi suatu evolusi besar dalam dunia smartphone. Hal ini terbukti dari beberapa brand besar yang mulai menawarkan smartphone lipat ini. Seperti yang kita tahu, Samsung mulai mengejar desain flip ini dengan seri Z Fold-nya. Bahkan, seri ini sudah merilis Z Fold 2 pada agustus lalu. Raksasa teknologi lainnya, Microsoft juga tak mau kalah. Baru-baru ini, Microsoft merilis smartphone dual-screen nya yang bernama Surface Duo. Sementara itu, Google sedang merilis prototype Pixel foldable. Meskipun, belum ada berita resmi apakah seri ini akan keluar sebagai produk konsumen atau tidak. Dari banyaknya perkembangan yang terjadi, terlihat bahwa pasar pengembangan aplikasi dengan bentuk yang unik ini cukup terbuka lebar. Mungkin, inilah salah satu faktor mengapa Android Emulator kini lebih mendukung foldable. Jadi, siapkah kamu mencobanya?

Flutter VS React, Bagus Yang Mana?

Saat ini mobile programming merupakan trend yang cukup populer bagi perusahaan. Untuk mendukung hal ini, perusahaan raksasa teknologi, Google telah menerbitkan framework yang bernama Flutter. Sementara itu, Facebook tak mau kalah dan ikut menerbitkan framework mobile apps lain yakni React. Keduanya punya kelebihan sendiri-sendiri. Misal dari segi UI, library, package, bahasa dasar dan contoh app mobile yang sudah menggunakan keduanya. Pada kesempatan kali ini TASOfficial akan membahas suatu hal yang menarik yakni membandingkan mana yang lebih bagus, Flutter VS React. Artikel ini akan memberi sedikit pandangan buat kamu yang tengah bimbang memilih mana framework yang cocok untuk project kamu. Flutter adalah framework besutan Google untuk membantu membangun UI aplikasi Android maupun iPhone. Flutter bersifat cross-platform, dapat mengembangkan aplikasi untuk berbagai sistem operasi antara lain Android, iOS, Windows, Mac, Linux, Google Fuchsia dan web. Tak tanggung-tanggung, flutter telah mendapatkan 4.9 stars pada Github. Selain itu, flutter adalah framework di balik beberapa aplikasi terkenal seperti Google Ads app, the Hamilton Broadway Musical app, Alibaba, eBay, dan Square Sementara itu, React (dalam hal ini React Native) merupakan framework milik Facebook yang juga mendukung cross platfrom. Saat ini, terdapat 42% developer yang memilih framework ini. Hal ini juga yang membuat framework ini menjadi framework dengan contributor 2 terbanyak pada Github. React memegang peranan yang penting dalam aplikasi besar seperti Facebook, Instagram, Pinterest, Uber Eats, Walmarts, Tesla, dan banyak lagi yang lainnya Popularitas Meskipun keduanya adalah pemain baru, ternyata Flutter dan React selalu punya tempat di hati para developers loh. React pertama kali rilis pada 2015, sedangkan Flutter muncul pada 2018. Karena perbedaan usia inilah pengguna React melebihi Flutter. Namun, jangan anggap enteng. Nyatanya dari trend 5 tahun terakhir, Flutter memiliki penambahan pengguna yang cukup signikan loh. Untuk mempercantik, TAS juga menambahkan Ionic. Oh iya, popularitas framework ini juga terbagi atas regional yang berbeda. Flutter lebih populer di Kenya, China, Bangladesh, Japan, Jordan dan beberapa negara lain. Sedangkan React Native banyak digunakan di Ireland, Argentina, Canada, Belarus, dan lainnya. Bahasa Pemrograman Framework ini juga memiliki perbedaan dari segi bahasa pemrograman. React menggunakan bahasa Java Script. Seperti yang kita tahu, Java Script merupakan bahasa pemrograman kecintaan sejuta umat developers. Bahasa ini juga merupakan bahasa default pada hampir semua browser. Hal ini akan membuat developer akan lebih familiar dalam menggunakan React karena memiliki basic Javascript. Sedangkan Flutter, merupakan framework yang menggunakan bahasa Dart. Bahasa Dart adalah bahasa pemrograman berorientasi objek dan merupakan general-purpose programming language. Selain itu, Dart adalah bahasa paling “aman” untuk programmer pemula. Learning Curve Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pengembangan aplikasi berbasis React akan menggunakan Javascript. Hal ini akan membuat proses belajar React lebih mudah. Selain itu, dukungan pengguna yang banyak juga akan membuat belajar React lebih mudah. Sementara itu, Flutter yang menggunakan Dart yang termasuk bahasa pemrograman baru. Namun, bukan berarti Dart lebih sulit. Dart sebenarnya juga mudah kok dipelajari. Hanya membutuhkan sedikit effort extra. Produktivitas Produktivitas juga akan menjadi parameter untuk membandingkan kedua framework ini. Memang, keduanya sama-sama mendukung hot reloading, artinya apabila terdapat perubahan pada sisi backend, halaman yang tampil dapat langsung mengikutinya. Namun, dari segi instalasi keduanya cukup berbeda. Instalasi Flutter dinilai lebih mudah. Cukup ikuti saja langkah-langkahnya. Sebenarnya, instalasi React juga mudah, hanya instalasi ini memproduksi packages. Selain itu, struktur kode keduanya juga cukup berbeda. Dart pada Flutter cocok untuk kostumisasi layout aplikasi dan sangat membantu penggunanya untuk membangun platforms, structural, and widgets. Sedangkan Javascript pada React sangat memungkinkan restrukturasi sesuai keinginan penggunaannya Performa React Native mengkombinasikan bahasa Native dan Java Script. hal ini menyebabkan aplikasi dari react Native lebih lambat. Berbeda dengan React Native, Flutter jauh lebih cepat. Hal ini karena Dart dapat melakukan boosting pada performanya. Melalui ini, Flutter menawarkan UX yang excellent Mana Yang Lebih Bagus? Flutter adalah strong competitor bagi React. Bahkan, dalam beberapa hal Flutter terbukti lebih baik dari React Native. Keduanya adalah powerfull framework yang akan membantu pengembangan aplikasi cross platform. Selain itu, Flutter dan React Native juga mampu memberikan kenyamanan bagi para developer selama pengembangan. Bagus atau tidaknya framework sangat bergantung pada project yang akan dikembangkan. Bukan tidak mungkin juga, suatu saat Flutter akan menggeser posisi React mengingat pesatnya perkembangan yang ditawarkan. Flutter seakan tak pernah berhenti menambahkan tools ang membuat banyak perusahaan besar meliriknya. Namun, Facebook tidak semudah itu mengalah. Saat ini, Flutter tengah fokus pada large-scale re-architecture dan selalu memberikan yang terbaik untuk mendukung pengembangan aplikasi melalui komunitas yang besar pula. Menentukan framework yang lebih baik adalah hal yang quite challenging bagi para developers. Nah, itulah pembahasan mengenai mana framework yang lebih baik, Flutter VS React. Semoga informasi ini dapat membantu kamu memilih framework yang tepat ya!