Apa Yang Akan Terjadi Jika Tokopedia dan Gojek Merger?

Mengawali 2021 ini, kabar merger Tokopedia dan Gojek menjadi perbincangan hangat berbagai pihak. Sebenarnya, kabar merger antara dua unicorn ini telah muncul sejak 2018 lalu. Kabar merger ini menguap begitu saja, seiring dengan kabar merger Grab dan Gojek yang muncul ke permukaan. Sayangnya, merger Grab dan Gojek tidak berjalan lancar dan sudah dipastikan gagal. Semenjak itulah kabar merger Tokopedia dan Gojek kencang berhembus. Tentunya, merger Gojek dan Tokopedia akan membawa dampak yang besar, mengingat keduanya merupakan start-up raksasa ekonomi digital. Nah, kira-kira apa yang akan terjadi jika Tokopedia dan Gojek beneran merger ya? Membuat UMKM Lokal Makin Menggeliat Salah satu senior ekonom Institute for Development of Economics and Finance-Indef, Aviliani menyebut bahwa merger kedua unicorn ini dapat berdampak bagi perekonomian nasional, apabila penjualan lokal berjalan optimal. Gojek memiliki ekosistem ride hailing yang sangat besar. Sementara itu Tokopedia merupakan platform e-commerce yang yang cukup menguasai pasar Indonesia. Merger antara keduanya akan saling mengisi layanan satu sama lain. Merger antara Tokopedia dengan Gojek maka kekuatan ekspansi makin tinggi. Seperti yang kita tahu, gojek memiliki jaringan yang besar bahkan menjalar sampai ke regional Asia Tenggara. Dengan demikian, bukan tidak mungkin merger keduanya akan dapat membawa barang dari Indonesia merambah pasar luar negeri terutama untuk regional Asia Tenggara. Hal ini merupakan iklim yang bagus untuk membangunkan kembali UMKM lokal yang sedang tertidur. Tak hanya dari segi perputaran, merger keduanya juga akan memicu perkembangan UMKM Lokal. Gojek segera menjadi salah satu pemilik bank dengan keunggulan digital yaitu Bank Jago (jangan nyanyi, pls). Dengan status kepemilikan tersebut, mitra Tokopedia bisa dengan mudah mendapat pinjaman dari bank tersebut. Hal ini akan mempermudah pembiayaan Tokopedia Mengoptimalkan Go Digital Selama pandemi Covid-19, banyak UMKM melakukan digitalisasi dalam proses bisnisnya. Merger antara Gojek dan Tokopedia akan mendukung jalannya go digital. Dorongan berbasis digital pada platform akan mampu membawa UMKM bahkan sampai ke level selanjutnya. Selain itu, peluang meningkatnya transaksi hingga ratusan persen akan semakin terbuka lebar melalui merger ini. Infrastruktur logistik yang dimiliki Gojek akan memudahkan proses pengiriman barang dari mitra Tokopedia menjadi lebih cepat. Hal ini akan mendukung proses pengembangan bisnis dan meningkatkan kenyamanan konsumen. Baca Juga : MEMBUAT BOT WHATSAPP DENGAN PYTHON DAN CHAT-API Sayangnya, hingga artikel ini rilis, baik Gojek maupun Tokopedia masih engga memberikan komentarnya. Jadi, kita tunggu saja kabar baiknya ya!

Membuat Bot Whatsapp Dengan Python dan Chat-API

Maraknya bisnis online selama pandemi, membuat persaingan antar penjual semakin sengit. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan, owner memanfaatkan Bot Whatsapp. Bot Whatsapp akan membuat layanan customer service tersedia 24 jam perharinya. Bot Whatsapp akan memberikan kesempatan emas bagi owner bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan hingga mereka menjadi pelanggan loyal. Kamu bisa banget loh membuat Bot Whatsapp sendiri dengan bahasa Python dan Chat-API. Penasaran gimana caranya? Menghubungkan Akun Whatsapp dan Chat-API Untuk dapat mengakses layanan Bot, kamu harus menghubungkan akun whatsapp dengan Chat-API. Pertama, buat akun baru di web Chat-API. Setelah berhasil, website akan memberikan QR Code untuk akun kamu. Lalu, scan QR Code dengan memilih go to Settings → WhatsApp Web → Scan the QR codeKamu membutuhkan WebHook URL untuk menyimpan data JSON berisikan chat masuk dan pemberitahuan chat kamu. Untuk itu, kamu memerlukan Flask Server untuk membuat menjalankan bot ini sekaligus menyimpan segala informasi chat Membuat Perintah Bot Whatsapp Buat file python baru. Beri nama wabot.py. Untuk membuat Bot Whatsapp ini, kamu akan memerlukan beberapa library yakni json, request, dan datetime. JSON berguna untuk menyimpan data dari server, request berguna untuk mengakses API website, sedangkan datetime untuk melakukan operasi yang berkaitan dengan waktu import json import requests import datetime Selanjutnya buat kelas konstruktor. Konstuktor secara default akan menerima data JSON berisikan informasi chat yang masuk. class WABot(): def __init__(self, json): self.json = json self.dict_messages = json[‘messages’] self.APIUrl = ‘https://eu41.chat-api.com/instance12345/’ self.token = ‘abcdefg’ Untuk mendapatkan service-api, kamu harus mengirimkan request. Fungsi send-request akan menerima dua parameter yakni method, dan data. Method akan berisi jenis method dalam fungsi (GET/POST), sedangkan data berisi informasi pesan dalam format JSON. Fungsi send_request akan me-return informasi chat WA def send_requests(self, method, data): url = f”{self.APIUrl}{method}?token={self.token}” headers = {‘Content-type’: ‘application/json’} answer = requests.post(url, data=json.dumps(data), headers=headers) return answer.json() Kemudian, buat fungsi untuk mengirim pesan balasan. Seperti send_request, fungsi send_message juga memiliki dua parameter yakni chatID – ID pesan, dan text-isi pesan. Dalam fungsi ini, kamu akan membutuhkan dictionary untuk memecah chat ID dan text yang akan dikirimkan. def send_message(self, chatID, text): data = {“chatID” : chatID, “body” : text} answer = self.send_requests(‘sendMessage’, data) return answer Jangan lupa untuk membuat welcome messages sebagai pesan pembuka bagi setiap user yang baru masuk. Misal dalam kasus ini kamu akan menawarkan brosur dan informasi mengenai lokasi toko Offline def welcome(self,chatID, noWelcome = False): welcome_string = ” if (noWelcome == False): welcome_string = “Selamat Datang Di Toko ABC \n” else: welcome_string = “””Perintah tidak dikenali Commands: 1. brosur [format] – Download brosur terbaru, format yang tersedia: doc/jpg/png/pdf 2. alamat- Tampilkan alamat toko offline return self.send_message(chatID, welcome_string) Buat tampilan output untuk perintah brosur. Untuk membuat fungsi brosur, kamu membutuhkan chatID dan format. Kamu juga harus menyiapkan file brosur yang nantinya akan disimpan dalam server def brosur(self, chatID, format): availableFiles = {‘doc’ : ‘brosur.doc’, ‘jpg’ : ‘brosur.jpg’, ‘png’ : ‘brosur.png’, ‘pdf’ : ‘brosur.pdf’, if format in availableFiles.keys(): data = { ‘chatId’ : chatID, ‘body’: f’https://domain.com/Python/{availableFiles[format]}’, ‘filename’ : availableFiles[format], ‘caption’ : f’Get your file {availableFiles[format]}’ } return self.send_requests(‘sendFile’, data) Selanjutnya, buat auto-reply untuk alamat. def alamat(self, chatID): data = { “lat” : ‘51.51916’, “lng” : ‘-0.139214′, “address” :’Toko ABC \nJalan Plamongan Indah Blok E2 No 17’, “chatId” : chatID } answer = self.send_requests(‘sendLocation’, data) return answer Terakhir, buat fungsi untuk memproses chat yang masuk dari user def processing(self): if self.dict_messages != []: for message in self.dict_messages: text = message[‘body’].split() if not message[‘fromMe’]: id = message[‘chatId’] if text[0].lower() == ‘brosur’: return self.brosur(id, text[1]) elif text[0].lower() == ‘geo’: return self.alamat(id) else: return self.welcome(id, True) else: return ‘Perintah Tidak Valid’ Ganti token dengan token dari akun kamu. Klik disini untuk mendapatkan token. Membuat Server Tahapan kedua dalam membuat bot whatsapp adalah membuat server. Dalam membuat server, kita akan menggunakan framework Flask. Buat app.py kemudian tuliskan kode berikut from flask import Flask, request, jsonify from wabot import WABot import json app = Flask(name) @app.route(‘/’, methods=[‘POST’]) def home(): if request.method == ‘POST’: bot = WABot(request.json) return bot.processing() if(name) == ‘main’: app.run() Bot telah selesai dan siap digunakan. Kamu cukup menggunggah source code ini ke hosting kamu dan menamai domain kamu dengan nama webhook. Nah, itulah tutorial membuat Bot Whatsapp Dengan Python dan Chat-API. Apabila kamu mengalami kendala, tuliskan masalahmu di komentar ya! Baca Juga : 5 HOSTING GRATIS BUAT WEBSITE KAMU

3 Hal Yang Akan Terjadi Jika Grab dan Gojek Merger

Sejak awal tahun, kabar Grab dan Gojek memang makin kencang berhembus. Salah satu media internasional, blomberg menyebutkan bahwa kemungkinan kedua start-up ini merger semakin terbuka lebar. Dalam DealStreet Asia, penggabungan yang akan terjadi akan melebur layanan transportasi, pengiriman makanan dan paket, hingga ke pembayaran digital dan layanan keuangan dalam satu aplikasi. Penggabungan ini akan menimbulkan polemik yang cukup besar, mengingat saat ini keduanya sudah mencapai Decacorn. TASOfficial telah mencoba meraba 3 hal yang akan terjadi jika Grab dan Gojek merger Good Bye, Diskon Kesayangan Hal paling lumrah terjadi saat Grab dan Gojek merger adalah hilangnya diskon-diskon kesayangan kita semua. Loh, kenapa ya? Biasanya sebuah perusahaan meluncurkan program diskon untuk membuat konsumen untuk beralih dari layanan kompetitor kan layanan miliknya. Nah, jika Grab dan Gojek akhirnya bersatu, keduanya akan kehilangan kompetitor. Akhirnya, tidak akan ada lagi alasan untuk keduanya memberikan diskon. Sedih banget ga sih? Bisa Jadi, Tidak Akan Ada Lowongan Mitra Driver Lagi Saat ini baik Gojek maupun Grab sama-sama memiliki jumlah mitra yang sangat besar. Jika keduanya menjadi satu, jumlah driver akan semakin membludak. Dengan begitu, kebutuhan driver tercukupi dan (mungkin) tidak akan ada kebutuhan driver lagi. Tak hanya lowongan mitra driver yang ditutup, persaingan driver-pun akan semakin sengit. Jumlah driver yang besar akan menyulitkan driver untuk mendapatkan orderan. Poin-poin yang ditawarkan hanya akan jadi angan saja. Eits, ternyata nggak cuma itu loh. Mitra driver-pun bisa saja terkena PHK dengan dalih efisiensi perusahaan. Ga cuma mitra driver loh, seluruh lapisan karyawan juga sangat rawan terkena PHK ini. Wadaw! Monopoli Pasar Ride-Hailing Jika Grab dan Gojek melakukan merger, bisa saja akan terjadi monopoli pasar ride-hailing. Apalagi, beberapa startup ride-hailing lain seperti Maxim dan InDriver akan semakin kesulitan untuk memenangkan pasar mereka. Emang ngaruh ya monopoli pasar dengan para konsumen? Ngaruh banget dong. Jika pasar ride-hailing hanya didominasi oleh Grab X Gojek, bisa saja harga akan naik. Konsumen-pun tidak bisa berbuat banyak karena layanan ini adalah layanan tunggal. Artinya, konsumen tidak dapat memilih alternatif lain dan hanya bisa menerima berapa-pun harganya. Ya mau gimana, namanya juga butuh. Nah, itulah 3 Hal Yang Akan Terjadi Jika Grab dan Gojek Merger. Kalau menurut pandangan kamu, gimana nih? Setuju atau tidak? Baca Juga : Trend Teknologi 2021 dan Masa Depan