Bagaimana Cara Kerja Flight Radar 24?

Setelah tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Sabtu pekan lalu, popularitas Flight Radar 24 melonjak tajam. Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi untuk melacak penerbangan dengan pesawat komersial secara real-time. Flight Radar 24 menjadi rujukan pertama untuk mencari informasi lokasi, kecepatan terakhir, dan ketinggian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sebelum hilang kontak. Namun sebenarnya, bagaimana cara kerja Flight Radar 24 ini?

Layanan Flight Radar 24 pertama kali muncul pada tahun 2006. Layanan ini semakin mendulang popularitas pada 2010, yakni saat terjadinya erupsi gunung berapi Eyjafjallajökull di Islandia. Data ini menjadi rujukan informasi mengenai gangguan penerbangan di Atlantik Utara dan Eropa. Sejak saat itu, aplikasi Flight Radar 24 digunakan berbagai kalangan untuk menyampaikan informasi mengenai kecelakaan pesawat, seperti saat tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 2018 lalu.

Darimana Flight Radar 24 Mendapatkan Data?

Flight Radar 24
Sumber : Kumparan

Flight Radar 24 dapat menampilkan informasi pesawat secara real-time dengan menggabungkan sejumlah data yang berasal dari Automatic Dependent Surveillance-Broadcast, teknik Multilateration, FLARM, Radar Data Amerika Utara, serta Federal Aviation Administration (FAA).. Data ini dikumpulkan dan dianalisa menjadi kesatuan informasi yang utuh, kemudian divisualisasikan dalam tampilan 2D pada aplikasi Flight Radar 24.

Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) adalah sumber data utama pada Flight Radar 24. Flight Radar 24 memiliki jaringan 20.000 receiver ADS-B yang menerima informasi penerbangan dari pesawat dengan transponder ADS-B. Receiver ini tersebar di seluruh dunia dan mampu mengirimkan informasi ini dengan frekuensi frekuensi 1090 MHz dan cakupan 250-450 kilometer. Server Flight Radar 24 akan menerima sinyal ini kemudian menganalisanya

Pesawat akan mendapatkan data lokasi terkini dari navigasi GPS yang dikirim satelit. Selanjutnya, Transponder ADS-B pesawat akan memancarkan sinyal yang berisi data-data tersebut. Receiver ADS-B milik Flight Radar 24 akan menerima sinyal tersebut, kemudian mengolah dan menampilkannya di situs dan aplikasinya.

Flight Radar 24 juga akan memanfaatkan data Multilateration (MLAT). MLAT akan menggunakan metode Time Difference of Arrival (TDOA). Teknik navigasi TDOA akan melakukan perhitungan berdasarkan jarak dari dua bandara terdekat. MLAT akan melakukan perhitungan posisi pesawat dengan mengukut waktu bagi pesawat menerima sinyal dari pesawat dengan transponder ModeS yang lebih tua. Namun, MLAT memiliki cakupan yang lebih kecil, yakni penerbangan dengan ketinggian 3.000-10.000 kaki.

Aplikasi ini juga bekerja sama dengan Radar Data Amerika Utara untuk mendapatkan data tambahan pantauan langsung lalu lintas penerbangan maskapai. Radar Data Amerika Utara memiliki jangkauan data sebagian besar lalu lintas udara komersial wilayah udara AS dan Kanada, juga sebagian dari Samudra Atlantik dan Pasifik.

Sumber data lainnya adalah FLARM. FLARM adalah ADS-B versi lebih kecil. Jangkauan sinyal FLARM hanya mencakup 20-100 km saja. Karena jangkauannya yang kecil, FLARM hanya digunakan oleh pesawat berukuran kecil, entah itu komersial, nonkomersial, serta militer

Hanya Bisa Memprediksi Maksimal 2 Jam

Cara Kerja Flight Radar 24
Sumber : Flight Radar 24

Jika destinasi pesawat diketahui, dan secara tiba-tiba terbang di luar jangkauan, Flight Radar masih dapat memprediksi posisi pesawat tersebut hanya selama 2 jam saja. Namun, apabila Flight Radar 24 tidak mengetahui destinasi pesawat tersebut, aplikasi ini hanya dapat memprediksi posisinya maksimal selama 10 menit saja.

Dalam beberapa kasus, Flight Radar mampu memprediksi lokasi pesawat secara akurat. Namun, dalam beberapa kasus meleset hingga 100 km. Beberapa parameter yang mempengaruhi prediksi lokasi adalah jenis pesawat, jenis transponder pesawat, ketinggian, hingga medan. Jika pesawat tidak terlihat di FR24, ada 2 kemungkinan: tidak ada transponder yang kompatibel atau pesawat itu berada di luar jangkauan.

Baca Juga : PROGRAMMER’S TALK: MENJADI AN EXTRAORDINARY ANDROID DEVELOPER

Nah, itulah rangkuman bagaimana cara kerja Flight Radar 24?. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *