4 Website Untuk Mendapatkan Dataset Gratis

Sebelum mengembangkan program kecerdasan buatan, dataset adalah hal yang harus kamu siapkan. Dataset berisikan informasi yang akan kamu ekstraksi sebagai pengetahun bagi komputer. Pengetahuan inilah yang menjadi dasar penentuan keputusan dalam kondisi tertentu. Tahukan kamu, kamu dapat mendapatkan dataset ini secara gratis tanpa harus susah-susah mengumpulkannya? Bagi pejuang skripsi, menggunakan dataset gratis akan mempercepat proses penelitian sekaligus mengurangi biaya selama pengumpulan data. Berikut ini 4 Website Untuk Mendapatkan Dataset Gratis. Check This Out ! UCI Machine Learning Repository Salah satu respositori dataset untuk machine learning terbaik adalah UCI Machine Learning Repository. UCI Machine Learning Repository adalah repositori yang dikembangkan oleh University of California Irvine. Website ini merupakan website pertama yang harus kamu check saat mencari dataset. UCI Machine Learning Repository memiliki kurang lebih 440 dataset yang bisa kamu akses secara gratis, lengkap dengan label seperti domain dan operasi yang bisa kamu lakukan (regresi/klasifikasi). Lebih lanjut, beberapa dataset yang dapat kamu temukan adalah iris, wine, dan forest fires. Kaggle Selanjutnya, kamu bisa mengambil dataset dari Kaggle. Kaggle lebih spesifik pada topik data science dan data analytic. Selain mendapatkan dataset, kamu juga bisa menambahkan dataset milik kamu di website ini. Jumlah dataset yang tersedia pada Kaggle mencapai 350, dengan 250-an data yang sudah terlabel dengan baik. Kamu bisa mendapatkan dataset yang unik dan tidak bisa kamu temui pada website lain. Jika mengalami kesulitan, kamu bisa melempar pertanyaan pada komunitas. Tak hanya itu, kaggle juga beberapa kali menyediakan perlombaan yang berhadiah menarik bagi pemenangnya. Data.Gov Ketiga, kamu bisa mengunjungi Data.Gov untuk mencari dataset. Data.gov berisikan banyak dataset dari pemerintahan US, mulai dari iklim, keuangan, pendidikan, energi, dan banyak data lain. Website ini menyediakan lebih dari 190.000 data yang bisa kamu gunakan gratis. Data-data ini terdokumentasi dengan baik, sehingga kamu mencari data dengan mudah, bahkan tanpa mendaftar sebelumnya. Beberapa dataset yang tersedia pada data.gov adalah Food Environment Atlas, School system finances , dan Chronic disease data The MNIST Database Nah, jika kamu tertarik dengan image classification, the MNIST Database adalah dataset yang wajib kamu kunjungi. The MNIST database berisi angka 0 sampai 9 yang ditulis oleh tangan. Kamu dapat dengan mudah menemukan 60.000 train images dan 10.000 test images melalui dataset ini. Tiap data berisikan image berukuran 28×28 pixel. The MNIST database biasanya digunakan sebagai project pertama dalam image recognition. Baca Juga : MEMBUAT KLASIFIKASI BUNGA IRIS DENGAN PYTHON (1) Nah, itulah 4 Website Untuk Mendapatkan Dataset Gratis. Selamat mencoba!

Cara Membuat Google Play Developer Account

Google Play merupakan salah satu layanan Google yang dapat kamu manfaatkan untuk mempublikasikan aplikasi android yang telah kamu kembangkan. Sebagai seorang Android Developer, mendaftar sebagai Google Play Developer Account adalah salah satu hal yang tidak boleh kamu lewatkan. Selanjutnya, kamu dapat mendistribusikan aplikasimu ke seluruh dunia. Oh ya, perlu kamu tahu, untuk mendapatkan akun ini tidaklah gratis. Kamu perlu merogoh kocek sebesar USD $25. Nah, berikut adalah tutorial cara membuat Google Play Developer Account. Cekidot! Kunjungi Halaman Google Play Developer Langkah pertama, buka halaman google play developer melalui browser kamu. Kamu akan diarahkan pada halaman login aun Google. Masukkan email dan password akun yang ingin kamu gunakan sebagai akun Google Play Developer Account Isi Form Pendaftaran Google Play Developer Account Setelah login ke akun gmail, selanjutnya akan muncul formulir pendaftaran Google Play Developer Account. Oh ya, usia minimum untuk mendaftar akun ini adalah 18 tahun. Jadi, untuk kamu yang belum memenui standar usia minimal, urungkan niat baikmu. Simpan link artikel ini dan kembali lagi saat kamu sudah cukup umur ya. Jika kamu adalah bagian dari perusahaan, jangan pernah menggunakan email personal kamu untuk mendaftar akun Google Play Developer Account. Gunakan akun resmi milik perusahaan kamu. Kamu juga tidak perlu mendaftar lagi jika kamu memiliki anggota tim yang sudah memiliki akun developer. Kamu cukup meminta invitation dari administrator akun. Isikan data diri pada formulir pendaftaran. Data yang harus kamu masukkan adalah nama, secondary email, kontak yang dapat dihubungi, serta persetujuan syarat dan ketentuan. Selanjutnya klik Create Account and Pay Melakukan Pembayaran Selanjutnya kamu harus melunasi pembayaran sebesar USD $25 atau sekitar 350 ribu-an. Terdapat beberapa metode pembayaran yang dapat kamu pilih yakni MasterCard Visa American Express Discover (U.S. only) Visa Electron (Outside of the U.S. only) VCC harus kamu tulis secara manual. Selanjutnya masukkan nama pemegang kartu (sesuai KTP). Terakhir, masukkan alamat “Indonesia”. Selanjutnya klik pada tombol Pay Oh ya, pembayaran tidak dapat dilakukan dengan kartu prabayar. Pembayaran ini hanya sekali seumur hidup. Setelahnya kamu bebas mempublikasikan aplikasi android kamu. Lengkapi Detail Informasi Akun Setelah pembayaran terverifikasi, kamu harus melengkapi detail informasi akun developer. Developer Name akan ditampilkan pada customers pada Google Play. Sementara itu, format nomor telepon harus menggunakan format internasional. Sebagai warga +62, ubah angka 0 dengan +62. Isi informasi lain yang kamu butuhkan Lebih lanjut, dalam beberapa kasus kamu harus mengunggah kartu KTP atau SIM atau Passport untuk verifikasi akun pengguna. Pastikan kartu identitas ini masih berlaku dan dapat terbaca dengan baik. Kartu ini juga tidak boleh pernah terdaftar untuk akun developer lainnya. Verifikasi biasanya memakan waktu 1×24 jam. Apabil berhasil, kamu akan mendapatkan balasan melalui emal. Sedangkan, jika gagal kamu masih memiliki kesempatan sebanyak 1x lagi. Setelah berhasil, kamu akan memiliki akun google developer play account. Kini kamu memiliki akses login ke Google Play Console dan bebas mendistribukan aplikas yang kamu kembangkan.

3 Ide Project Portofolio UI/UX Untuk Pemula

UI/UX designer merupakan salah satu pekerjaan impian banyak orang. Dari tahun ke tahun, kebutuhan UI/UX Designer dalam dunia bisnis meningkat pesat. Biasanya, seorang UI./UX Designer harus melampirkan portofolio sebagai salah satu bahan pertimbangan saat melamar pekerjaan. Portofolio ini akan memuat dokumentasi dan karya yang pernah dikerjakan. Kamu harus mempersiapkan portofolio dengan matang sebelum mengirim berkas ini. Nah, untuk kamu yang baru sama berkecimpung dalam dunia UI/UX, berikut ini 3 Ide Project Portofolio UI/UX Untuk Pemula. Check This Out! Landing Page Salah satu project UI/UX yang simple but impactfull adalah landing page. Landing page merupakan halaman awal saat kamu membuka suatu halaman website. Kamu harus bisa merancang landing page yang secara otomatis akan membawa pengguna mengisi form pendaftaran. Tujuan landing page adalah mengumpulkan email dari para pengunjung website. Dengan informasi ini, kamu dapat memberikan follow-up lebih kepada mereka, misalnya memberikan informasidaftar produk baru atau bahkan promo. Setidaknya, landing page harus memiliki form pengisian e-mail, alasan yang kuat untuk mengisi form pendaftaran, dan thank you messages. E Commerce Selanjutnya, kamu bisa membuat desain UI/UX halaman e commerce. Kamu harus berhasil menghipnotis pengunjung website untuk membeli produk, setelah melihatnya melalui showcase website. Untuk itu, kamu harus memastikan detail produk memiliki tampilan yang detail dan friendly untuk pengunjung dari berbagai kalangan. Selain itu, pengunjung harus dapat menambahkan produk ke keranjang dengan mudah. Tujuan halaman e commerce adalah memaksimalkan tingkat conversion rate dari pengunjung menjadi customers. Kamu bisa memilih produk dari perusahaan yang ada di sekitar kamu, atau mungkin membuat halaman e commerce produk fiktif. Pastikan halaman e commerce kamu memiliki desain unik yang akan membedakannya dengan halaman e commerce lain ya! Mobile App Design Dengan aplikasi smartphones yang begitu besar, desain aplikasi mobile adalah salah satu ide project yang menantang untuk kamu coba. Kamu bisa menggunakan masalah sehari-hari kamu sebagai inspirasi jenis aplikasi mobile yang akan kamu kembangkan. Salah satu aplikasi yang paling umum adalah aplikasi to do list. Pastikan kamu merancang flow yang sederhana, sehingga pengguna awam pun dapat menggunakan produk kamu dengan baik. Setidaknya, kamu harus merancang tampilan home screen, dahsboard, profil, dan fungsi utama aplikasi. Baca Juga : 3 ALASAN KENAPA KAMU HARUS MENGGUNAKAN FIGMA Nah, itulah 3 Ide Project Portofolio UI/UX Untuk Pemula. Tertarik mencoba?