Tipe-Tipe Programmer, Kamu Termasuk Mana?

Setiap programmer memiliki ciri khas yang unik, asyik, menarik dan kadang aneh. Mereka memiliki jalan ninjanya sendiri dalam membangun sebuah perangkat lunak. Ada tipe programmer yang kuat ngoding berjam-jam, ada juga yang baru satu jam sudah melambaikan tangan ke kamera. Masing-masing programmer punya kesempurnaan tersendiri. Karenanya kamu harus membangun kombinasi yang sehat dari tipe-tipe programmer ini. TASOfficial telah merangkum tipe-tipe programmer, kira-kira kamu termasuk yang mana? Programmer Anti Mrogram Tipe programmer pertama ini mungkin terdengar aneh. Programmer satu ini punya tipikal tidak suka menulis kode. Nah, dia lebih cenderung untuk memanfaatkan apa yang sudah semestera sediakan. Jika ada masalah, tipe ini lebih suka mencari kode yang di Github maupun buku-buku pemrograman yang ada. Keunggulan tipe pertama ini adalah cepat dan rapi. Tak hanya itu, dia adalah tipe detektif yang handal, yang tau mana saja tempat mencari coding yang worth it Programmer Half-Assed Kecepatannya bisa diadu dengan programmer anti mrogram. Hanya saja, programmer ini masih mau mrogram. Prinsipnya adalah yang penting beres’, sehingga rekan programmer tidak menyukainya karena kode yang berantakan. Sayangnya, tipe ini adalah tipe kesayangan client dan management karena waktu deliverynya yang bagus. Soal pekerjaan besar dengan deadline yang sempit, dialah rajanya. Jangan meragukan kemampuan programmer half-assed Programmer Lakban Ini adalah tipe programmer paling umum yang bisa kamu temui. Saat bertemu bugs, dia akan menambal ketika ada kerusakan pada suatu program dengan cepat. Tipe programmer lakban mungkin tidak begitu peduli dengan kerapihan, efisiensi, dan bobot selama solusi yang ia hasilkan dapat memperbaiki kesalahan kode. Tipe ini adalah pondasi utama bagi sebuah perusahaan. Perusahaan tanpanya bagai nasi kucing lupa dikaretin, ambyar! Programmer Teoritis Sesuai namanya, tipe ini hanya menyukai bagian teorinya saja. Tipe ini lebih tertarik dengan perencanaan pengembangan perangkat lunak saja. Saat menemukan case, dia bisa seharian melamun di depan komputer melamun di depan komputer dan membayangkan berbagai solusi untuk masalah. Setelahnya dia hanya akan sambat waktu yang mepet dan masalah yang begitu besar. Kamu bisa menjumpai tipe programmer ini, ketika kamu mendengar salah satu kalimat yang sering ia katakan seperti ‘Kalau saja aku punya waktu yang lebih banyak, tentu aku bisa melakukannya dengan benar’. Programmer Perfeksionis Programmer ini tidak peduli deadline, budget, waktu penyelesaian yang harus ia habiskan. Pokoknya project harus sesempurna mungkin. Saat selesai, kamu akan takjub dengan kesempurnaan karya yang telah ia bangun. Mulai dari kerapihan, efisiensi, optimasi kode dan lain-lain. Dia selalu menganggap program sebagai sebuah mahakarya. Programmer Bijak Tipe ini adalah malaikat bagi semua orang. Biasanya dia menjadi seorang monitor bagi junior-junior yang lagi intern. Seorang programmer bijak biasanya menguasai 5 bahasa sekaligus mungkin dan mengerti kode-kode 5 bahasa pemrograman tersebut. Karena kebijakannya membuat dia dikerumuni oleh fans-fans yang ingin berfoto bareng. Tipe-tipe seperti ini biasanya suka membantu, memberikan solusi kepada pemula dalam menyelesaikan proyek atau masalah-masalahnya dan membantu noob programmer saat stack overflow. Nah itulah Tipe-Tipe Programmer, Kamu Termasuk Mana?

Google Firebase Summit 2020 Highlights

Kemarin, Google membuka acara Google Firebase Summit 2020 secara resmi. Acara besar ini berlangsung selama 2 hari yakni pada 27-28 Oktober 2020. Perlu kamu ketahui, Firebase Summit 2020 berlangsung secara daring (dalam jaringan) karena pandemi yang tengah terjadi. Firebase Summit ini terbagi atas beberapa sesi seperti sesi tanya jawab langsung, sesi teknis, share knowledge, improve productivity, dan banyak lagi. Firebase Summit 2020 ini bahas apa saja ya? TASOfficial telah merangkumnya dalam Google Firebase Summit 2020 Highlights. Dalam acara besar ini, Google mengumumkan sejumlah kemampuan baru Firebase yang tentunya mempertimbangkan pengembang dan pengguna aplikasi. “Dengan peningkatan pada Firebase ini, kami bertujuan untuk membuat pengembangan aplikasi lebih cepat dan mudah sehingga Anda dapat tetap fokus dalam menciptakan pengalaman aplikasi yang luar biasa yang dibutuhkan orang-orang untuk tetap produktif, terhubung, dan terhibur, terutama selama masa-masa aneh ini. Orang-orang mengandalkan Anda aplikasi untuk beradaptasi dan berkembang di dunia kita yang terus berubah. Anda dapat mengandalkan kami untuk membangun, mengoperasikan, dan menskalakan aplikasi yang sukses— pada tahun 2020 dan seterusnya, “kata Francis Ma, direktur produk Firebase dalam postingan blog sebelum acara tersebut. Lebih lanjut, Google mengatakan bahwa lebih dari 2,5 juta aplikasi aktif yang menggunakan Firebase tiap bulannya – naik dari 2 juta aplikasi dari tahun lalu. Berikut adalah beberapa highlights Firebase Summit 2020 Emulator Tools Untuk kamu yang belum tahu, emulator tools adalah fitur yang memungkinkan pengembang untuk melakukan simulasi fitur online firebase pada komputer lokal, seperti fitur storage dan hosting. Pada 2020 ini, Google memberi lebih banyak dukungan dan fitur pada emulator tools ini. Sekarang, Emulator Suite akan sepenuhnya mendukung semua fungsi online Firebase, termasuk Hosting, Realtime Database, Firestore, Cloud Functions, Cloud Pub / Sub, dan Firebase Authentication. Performance Monitoring Dashboard Google juga menyematkan fitur yang memungkinkan developer untuk lebih mengoptimalkan aplikasi dengan tak lipa mempertimbangkan sisi user. Firebase Performance Monitoring menyediakan berbagai app-data dan user-metrics untuk membantu developer dalam memantau aplikasi mereka. Untuk membantu memberikan informasi penting yang lebih user-friendly, Google memperkenalkan Performance Monitoring Dashboard. Developer akan dapat melakukan kostumisasi dahsboard ini dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Secara default, developer akan mendapatkan 6 user-metrics pada dasbor pada waktu tertentu dan dapat menambah atau menguranginya sesuai kebutuhan Imported Segments Enabled Salah satu hal penting bagi developer adalah mengelompokkan user dalam beberapa segmen, berdasarkan karakteristik umum. Melalui hal ini, developer akan lebih mudah dalam membuat target dari pesan, update, notifikasi, dan fitur-fitur lain. Jika dulunya developer harus membuat segmen secara manual berdasarkan data tersebut, saat ini Firebase lebih memanjakan developer dengan fitur Imorted Segments Enabled. Firebase telah menambahkan kemampuan untuk mengimpor segmen user khusus. Developer akan dapat mengimpor sekaligus mengelola user dalam satu tempat. “Ini sangat berguna bagi pengembang yang ingin menambah data sisi klien mereka, dengan sistem point-of-sale misalnya, sehingga mereka dapat melakukan panggilan server-ke-server untuk mendapatkan wawasan baru,” kata Ma dalam rilisnya Google Analytics APIs Fitur yang tak kalah menarik adalah update pada Google Analytics APIs. Melalui Firebase Summit 2020 ini Google secara resmi mengumumkan tiga APIs (Google Analytics 4 Measurement Protocol, Data API, dan Admin API) yang akan meningkatkan kinerja Firebase Google Analytics sekaligus memberikan hak akses yang lebih banyak bagi pengembangnya. Lebih lanjut, data API memungkinkan developer menggunakan data report untuk membuat custom dashboard. Sementara itu, admin API akan memudahkan developers dalam mengkonfigurasi akun Google Analytics dan menetapkan berbagai user-permission. Terakhir, Google Analytics 4 Measurement Protocol akan membantu developer dalam mencatat log-event pada Google Analytics secara langsung Hosting Preview Channels Firebase hosting berguna untuk melakukan hosting pada web pages maupun web applications yang di-deploy melalui Google CDN. Sayangnya, menguji perubahan website menggunakan Hosting bukanlah pekara yang mudah. Apalagi jika seluruh developers bekerja secara remote. Hal itu menjadi sebuah PR besar. Oleh karena itu, Firebase kini membuat Hosting Preview Channels yang memudahkan developer dalam mempublikasikan perubahan maupun updates pada aplikasinya. Setelah mempublikasikan update ke preview channel pengembang dapat membuat URL unik. Dengan URL ini teammates akan dapat melihat update dan fully-functional websites tanpa harus bersusah payah melakukan push. Detect Online Presence Firebase kini juga dapat mendeteksi user mana saja yang sedang online. Pengembang yang telah membuat aplikasi sosial atau permainan dapat menggunakan Deteksi Kehadiran Online untuk memperingatkan pengguna ini ketika seorang teman atau kontak sedang online “untuk pertandingan persahabatan atau obrolan,” jelas Ma, merinci kasus penggunaan situasional yang memanfaatkan ekstensi baru ini. Nah, itulah beberapa Google Firebase Summit 2020 Highlights yang perlu kamu tahu. Oh ya, kamu dapat memberikan tambahan atau pendapat kamu mengenai hal baru dari Firebase ini.

UX Writer, Nulis Dikit Duit Banyak

Kamu mahasiswa IT yang merasa salah jurusan dan tidak memiliki passion ngoding? Bukannya menyelami dunia per-koding-an, kamu malah lebih menyukai dunia tulis menulis? UX Writer mungkin salah satu profesi yang cocok buat kamu. UX writer merupakan pekerjaan yang cukup anyar dalam bidang IT. Pekerjaan ini baru-baru muncul saat banyak produk beralih menggunakan teknologi, khususnya aplikasi. Sebenarnya apa itu UX Writer dan apa saja pekerjaanya? TASOfficial telah merangkumnya dalam artikel “UX Writer, Nulis Dikit Duit Banyak” UX Writer adalah seseorang yang menuliskan kata-kata yang terlihat oleh pengguna saat berinteraksi dengan produk. UX writer bertanggungjawab untuk mempermudah user dalam menggunakan sebuah produk dengan merangkai kata-kata pada aplikasi. Berbeda dengan content writer, tulisan dari UX writer sangat terbatas. Hanya berkisar beberapa kalimat saja. Tujuannya agar user tidak bosan dalam membaca petunjuk tersirat itu. Pekerjaan UX Writer Sebagai seorang UX writer, kamu akan bekerja dengan product manager dan product designer. Kamu akan mendapatkan sebuah creative brief yang berisi latar belakang aplikasi, fokus aplikasi, profil, dan informasi penting lainnya. Creative brief akan menjadi bahan brainstorm untuk diterjemahkan menjadi suatu gambar dan bahasa yang menarik. UX writer harus memastikan kata-kata pada aplikasi tidak membingungkan penggunanya, termasuk pengguna gaptek Sebagai bagian dari divisi desain, seorang penulis UX memegang peranan menulis konten untuk mendukung user experience. Pada dasarnya seorang user akan membaca konten yang berkaitan dengan seluruh produk maupun layanan. Nah, itulah sebabnya, seorang UX Writer harus pandai menghubungkan pengetahuan dan pengalaman pengguna dengan produk, secara interaktif. Bagaimana Cara Menjadi UX Writer Untuk menjadi seorang UX writer, kamu harus berlatih cara nulis menulis yang baik. Tidak perlu berfikir untuk membuat UX, marketing, berita, dan lain sebagainya. Setelah itu kamu harus mempelajari cara menulis yang singkat, padat dan jelas. Selain itu, coba sempatkan waktu untuk baca Mediun. Bergabunglah dengan forum microcopy and UX writing Facebook, kenalan sama UX writer Indonesia dan secara global (iseng-iseng aja kirim message ke Linkedin atau Instagram mereka hehe). Gaji UX Writer Gaji UX writer bergantung pada tempat kerja dan pengalaman. Kisaran gaji UX writer Jakarta berkisar Rp 6 juta sampai Rp 15 juta per bulan, atau bisa sampai Rp 80 juta hingga Rp 150 juta per tahun, sesuai levelnya. Nah, itulah ulasan mengenai UX Writer, Nulis Dikit Duit Banyak. Tertarik mendaftar?