Tipe-Tipe Programmer, Kamu Termasuk Mana?

Setiap programmer memiliki ciri khas yang unik, asyik, menarik dan kadang aneh. Mereka memiliki jalan ninjanya sendiri dalam membangun sebuah perangkat lunak. Ada tipe programmer yang kuat ngoding berjam-jam, ada juga yang baru satu jam sudah melambaikan tangan ke kamera. Masing-masing programmer punya kesempurnaan tersendiri. Karenanya kamu harus membangun kombinasi yang sehat dari tipe-tipe programmer ini. TASOfficial telah merangkum tipe-tipe programmer, kira-kira kamu termasuk yang mana?

Programmer Anti Mrogram

Sumber : Hacktiv8

Tipe programmer pertama ini mungkin terdengar aneh. Programmer satu ini punya tipikal tidak suka menulis kode. Nah, dia lebih cenderung untuk memanfaatkan apa yang sudah semestera sediakan. Jika ada masalah, tipe ini lebih suka mencari kode yang di Github maupun buku-buku pemrograman yang ada. Keunggulan tipe pertama ini adalah cepat dan rapi. Tak hanya itu, dia adalah tipe detektif yang handal, yang tau mana saja tempat mencari coding yang worth it

Programmer Half-Assed

Sumber : Glints

Kecepatannya bisa diadu dengan programmer anti mrogram. Hanya saja, programmer ini masih mau mrogram. Prinsipnya adalah yang penting beres’, sehingga rekan programmer tidak menyukainya karena kode yang berantakan. Sayangnya, tipe ini adalah tipe kesayangan client dan management karena waktu deliverynya yang bagus. Soal pekerjaan besar dengan deadline yang sempit, dialah rajanya. Jangan meragukan kemampuan programmer half-assed

Programmer Lakban

Sumber : CIO

Ini adalah tipe programmer paling umum yang bisa kamu temui. Saat bertemu bugs, dia akan menambal ketika ada kerusakan pada suatu program dengan cepat. Tipe programmer lakban mungkin tidak begitu peduli dengan kerapihan, efisiensi, dan bobot selama solusi yang ia hasilkan dapat memperbaiki kesalahan kode. Tipe ini adalah pondasi utama bagi sebuah perusahaan. Perusahaan tanpanya bagai nasi kucing lupa dikaretin, ambyar!

Programmer Teoritis

Sumber : Florida Independent

Sesuai namanya, tipe ini hanya menyukai bagian teorinya saja. Tipe ini lebih tertarik dengan perencanaan pengembangan perangkat lunak saja. Saat menemukan case, dia bisa seharian melamun di depan komputer melamun di depan komputer dan membayangkan berbagai solusi untuk masalah.  Setelahnya dia hanya akan sambat waktu yang mepet dan masalah yang begitu besar. Kamu bisa menjumpai tipe programmer ini, ketika kamu mendengar salah satu kalimat yang sering ia katakan seperti ‘Kalau saja aku punya waktu yang lebih banyak, tentu aku bisa melakukannya dengan benar’.

Programmer Perfeksionis

Sumber : Freepik

Programmer ini tidak peduli deadline, budget, waktu penyelesaian yang harus ia habiskan. Pokoknya project harus sesempurna mungkin. Saat selesai, kamu akan takjub dengan kesempurnaan karya yang telah ia bangun. Mulai dari kerapihan, efisiensi, optimasi kode dan lain-lain. Dia selalu menganggap program sebagai sebuah mahakarya.

Programmer Bijak

Sumber : Seek

Tipe ini adalah malaikat bagi semua orang. Biasanya dia menjadi seorang monitor bagi junior-junior yang lagi intern. Seorang programmer bijak biasanya menguasai 5 bahasa sekaligus mungkin dan mengerti kode-kode 5 bahasa pemrograman tersebut. Karena kebijakannya membuat dia dikerumuni oleh fans-fans yang ingin berfoto bareng. Tipe-tipe seperti ini biasanya suka membantu, memberikan solusi kepada pemula dalam menyelesaikan proyek atau masalah-masalahnya dan membantu noob programmer saat stack overflow.

Nah itulah Tipe-Tipe Programmer, Kamu Termasuk Mana?

Google Firebase Summit 2020 Highlights

Kemarin, Google membuka acara Google Firebase Summit 2020 secara resmi. Acara besar ini berlangsung selama 2 hari yakni pada 27-28 Oktober 2020. Perlu kamu ketahui, Firebase Summit 2020 berlangsung secara daring (dalam jaringan) karena pandemi yang tengah terjadi. Firebase Summit ini terbagi atas beberapa sesi seperti sesi tanya jawab langsung, sesi teknis, share knowledge, improve productivity, dan banyak lagi. Firebase Summit 2020 ini bahas apa saja ya? TASOfficial telah merangkumnya dalam Google Firebase Summit 2020 Highlights.

Dalam acara besar ini, Google mengumumkan sejumlah kemampuan baru Firebase yang tentunya mempertimbangkan pengembang dan pengguna aplikasi. “Dengan peningkatan pada Firebase ini, kami bertujuan untuk membuat pengembangan aplikasi lebih cepat dan mudah sehingga Anda dapat tetap fokus dalam menciptakan pengalaman aplikasi yang luar biasa yang dibutuhkan orang-orang untuk tetap produktif, terhubung, dan terhibur, terutama selama masa-masa aneh ini. Orang-orang mengandalkan Anda aplikasi untuk beradaptasi dan berkembang di dunia kita yang terus berubah. Anda dapat mengandalkan kami untuk membangun, mengoperasikan, dan menskalakan aplikasi yang sukses— pada tahun 2020 dan seterusnya, “kata Francis Ma, direktur produk Firebase dalam postingan blog sebelum acara tersebut.

Sumber : Blog Resmi Firebase

Lebih lanjut, Google mengatakan bahwa lebih dari 2,5 juta aplikasi aktif yang menggunakan Firebase tiap bulannya – naik dari 2 juta aplikasi dari tahun lalu.

Berikut adalah beberapa highlights Firebase Summit 2020

Emulator Tools

Untuk kamu yang belum tahu, emulator tools adalah fitur yang memungkinkan pengembang untuk melakukan simulasi fitur online firebase pada komputer lokal, seperti fitur storage dan hosting. Pada 2020 ini, Google memberi lebih banyak dukungan dan fitur pada emulator tools ini. Sekarang, Emulator Suite akan sepenuhnya mendukung semua fungsi online Firebase, termasuk Hosting, Realtime Database, Firestore, Cloud Functions, Cloud Pub / Sub, dan Firebase Authentication.

Performance Monitoring Dashboard

Google juga menyematkan fitur yang memungkinkan developer untuk lebih mengoptimalkan aplikasi dengan tak lipa mempertimbangkan sisi user. Firebase Performance Monitoring menyediakan berbagai app-data dan user-metrics untuk membantu developer dalam memantau aplikasi mereka. Untuk membantu memberikan informasi penting yang lebih user-friendly, Google memperkenalkan Performance Monitoring Dashboard. Developer akan dapat melakukan kostumisasi dahsboard ini dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Secara default, developer akan mendapatkan 6 user-metrics pada dasbor pada waktu tertentu dan dapat menambah atau menguranginya sesuai kebutuhan

Imported Segments Enabled

Salah satu hal penting bagi developer adalah mengelompokkan user dalam beberapa segmen, berdasarkan karakteristik umum. Melalui hal ini, developer akan lebih mudah dalam membuat target dari pesan, update, notifikasi, dan fitur-fitur lain. Jika dulunya developer harus membuat segmen secara manual berdasarkan data tersebut, saat ini Firebase lebih memanjakan developer dengan fitur Imorted Segments Enabled. Firebase telah menambahkan kemampuan untuk mengimpor segmen user khusus. Developer akan dapat mengimpor sekaligus mengelola user dalam satu tempat.

“Ini sangat berguna bagi pengembang yang ingin menambah data sisi klien mereka, dengan sistem point-of-sale misalnya, sehingga mereka dapat melakukan panggilan server-ke-server untuk mendapatkan wawasan baru,” kata Ma dalam rilisnya

Google Analytics APIs

Fitur yang tak kalah menarik adalah update pada Google Analytics APIs. Melalui Firebase Summit 2020 ini Google secara resmi mengumumkan tiga APIs (Google Analytics 4 Measurement Protocol, Data API, dan Admin API) yang akan meningkatkan kinerja Firebase Google Analytics sekaligus memberikan hak akses yang lebih banyak bagi pengembangnya.

Lebih lanjut, data API memungkinkan developer menggunakan data report untuk membuat custom dashboard. Sementara itu, admin API akan memudahkan developers dalam mengkonfigurasi akun Google Analytics dan menetapkan berbagai user-permission. Terakhir, Google Analytics 4 Measurement Protocol akan membantu developer dalam mencatat log-event pada Google Analytics secara langsung

Hosting Preview Channels

Firebase hosting berguna untuk melakukan hosting pada web pages maupun web applications yang di-deploy melalui Google CDN. Sayangnya, menguji perubahan website menggunakan Hosting bukanlah pekara yang mudah. Apalagi jika seluruh developers bekerja secara remote. Hal itu menjadi sebuah PR besar. Oleh karena itu, Firebase kini membuat Hosting Preview Channels yang memudahkan developer dalam mempublikasikan perubahan maupun updates pada aplikasinya. Setelah mempublikasikan update ke preview channel pengembang dapat membuat URL unik. Dengan URL ini teammates akan dapat melihat update dan fully-functional websites tanpa harus bersusah payah melakukan push.

Detect Online Presence

Firebase kini juga dapat mendeteksi user mana saja yang sedang online. Pengembang yang telah membuat aplikasi sosial atau permainan dapat menggunakan Deteksi Kehadiran Online untuk memperingatkan pengguna ini ketika seorang teman atau kontak sedang online “untuk pertandingan persahabatan atau obrolan,” jelas Ma, merinci kasus penggunaan situasional yang memanfaatkan ekstensi baru ini.

Nah, itulah beberapa Google Firebase Summit 2020 Highlights yang perlu kamu tahu. Oh ya, kamu dapat memberikan tambahan atau pendapat kamu mengenai hal baru dari Firebase ini.

UX Writer, Nulis Dikit Duit Banyak

Kamu mahasiswa IT yang merasa salah jurusan dan tidak memiliki passion ngoding? Bukannya menyelami dunia per-koding-an, kamu malah lebih menyukai dunia tulis menulis? UX Writer mungkin salah satu profesi yang cocok buat kamu. UX writer merupakan pekerjaan yang cukup anyar dalam bidang IT.  Pekerjaan ini baru-baru muncul saat banyak produk beralih menggunakan teknologi, khususnya aplikasi. Sebenarnya apa itu UX Writer dan apa saja pekerjaanya? TASOfficial telah merangkumnya dalam artikel “UX Writer, Nulis Dikit Duit Banyak”

UX Writer adalah seseorang yang menuliskan kata-kata yang terlihat oleh pengguna saat berinteraksi dengan produk. UX writer bertanggungjawab untuk mempermudah user dalam menggunakan sebuah produk dengan merangkai kata-kata pada aplikasi. Berbeda dengan content writer, tulisan dari UX writer sangat terbatas. Hanya berkisar beberapa kalimat saja. Tujuannya agar user tidak bosan dalam membaca petunjuk tersirat itu.

Pekerjaan UX Writer

Sumber : Atomic Object

Sebagai seorang UX writer, kamu akan bekerja dengan product manager dan product designer. Kamu akan mendapatkan sebuah creative brief yang berisi latar belakang aplikasi, fokus aplikasi, profil, dan informasi penting lainnya. Creative brief akan menjadi bahan brainstorm untuk diterjemahkan menjadi suatu gambar dan bahasa yang menarik. UX writer harus memastikan kata-kata pada aplikasi tidak membingungkan penggunanya, termasuk pengguna gaptek

Sebagai bagian dari divisi desain, seorang penulis UX memegang peranan menulis konten untuk mendukung user experience. Pada dasarnya seorang user akan membaca konten yang berkaitan dengan seluruh produk maupun layanan. Nah, itulah sebabnya, seorang UX Writer harus pandai menghubungkan pengetahuan dan pengalaman pengguna dengan produk, secara interaktif. 

Bagaimana Cara Menjadi UX Writer

Sumber : Concise Software

Untuk menjadi seorang UX writer, kamu harus berlatih cara nulis menulis yang baik. Tidak perlu berfikir untuk membuat UX, marketing, berita, dan lain sebagainya. Setelah itu kamu harus mempelajari cara menulis yang singkat, padat dan jelas.

Selain itu, coba sempatkan waktu untuk baca Mediun. Bergabunglah dengan forum microcopy and UX writing Facebook, kenalan sama UX writer Indonesia dan secara global (iseng-iseng aja kirim message ke Linkedin atau Instagram mereka hehe).

Gaji UX Writer

Sumber : Twitter

Gaji UX writer bergantung pada tempat kerja dan pengalaman. Kisaran gaji UX writer Jakarta berkisar Rp 6 juta sampai Rp 15 juta per bulan, atau bisa sampai Rp 80 juta hingga Rp 150 juta per tahun, sesuai levelnya.

Nah, itulah ulasan mengenai UX Writer, Nulis Dikit Duit Banyak. Tertarik mendaftar?

Android Emulator Kini Lebih Mendukung Foldable

Sumber : Google Developer

Android emulator merupakan dukungan bawaan untuk pengembangan aplikasi android. Android emulator akan langsung terinstall ketika kamu mengintall Android Studio pada laptop/PC kamu. Kini android emulator sudah semakin canggih dan lebih mendukung foldable(via android policy). Nah, kali ini TASOfficial akan mencoba membeberkan beberapa update pada android emulator ini.

Fitur Baru Android Emulator Android 11

Sebenarnya, dukungan android emulator terhadap foldable device ini sudah ada sejak April 2019. Dalam pengumuman resminya, Google menuliskan “Jika sebuah foldable device terkonfigurasi, maka emulator akan mengirimkan perubahan hinge angle sensors dan postur kepada para guest. Foldable device ini akan mengubah angle sensors dan posture setelah tombol fold atau unfold ditekan”. Sayangnya, untuk mengakses ini kamu memerlukan Android 11 system image dan konfigurasi AVD yang hingga saat ini belum rilis.

Selain dukungan terhadap foldable devices, android emulator android 11 juga membawa banyak fitur tambahan yakni cross-compilation dari x86_64 ke arm64 hosts, mendukung virtio-gpu host yang berhubungan dengan blob resources, USB passthrough pada windows, kemampuan menyembunyikan frame device, tombol untuk dukungan meteredness, serta perbaikan beberapa bugs

Membuka Pasar Baru

Meskipun memang kenyataannya foldable devices belum populer, namun ada banyak pertanda bahwa desain ini akan menjadi suatu evolusi besar dalam dunia smartphone. Hal ini terbukti dari beberapa brand besar yang mulai menawarkan smartphone lipat ini. Seperti yang kita tahu, Samsung mulai mengejar desain flip ini dengan seri Z Fold-nya. Bahkan, seri ini sudah merilis Z Fold 2 pada agustus lalu. Raksasa teknologi lainnya, Microsoft juga tak mau kalah. Baru-baru ini, Microsoft merilis smartphone dual-screen nya yang bernama Surface Duo. Sementara itu, Google sedang merilis prototype Pixel foldable. Meskipun, belum ada berita resmi apakah seri ini akan keluar sebagai produk konsumen atau tidak.

Dari banyaknya perkembangan yang terjadi, terlihat bahwa pasar pengembangan aplikasi dengan bentuk yang unik ini cukup terbuka lebar. Mungkin, inilah salah satu faktor mengapa Android Emulator kini lebih mendukung foldable. Jadi, siapkah kamu mencobanya?

Referensi Judul Skripsi Teknik Informatika (Bagian 2)

Nah, setelah minggu lalu TASOfficial memberikan 4 referensi judul skripsi, kita akan melanjutkan beberapa referensi judul skripsi teknik informatika tambahan. Dalam artikel kedua ini, judul skripsi akan mengambil topik yang cukup up to date yakni data mining, text mining, sistem pakar, dan image processing. Apa saja ya?

Penentuan Penerima Bantuan Keluarga Harapan Desa ABC Dengan Algoritma XYZ Clustering

Sumber : Republika

Untuk kamu yang suka dengan perhitungan matematika, data mining adalah topik skripsi yang cocok untuk kamu. Data mining akan sangat berguna dalam program clustering atau pengelompokan. Mengingatnya banyaknya bantuan keluarga miskin dari pemerintah, pengelompokan keluarga miskin adalah salah satu aplikasi yang cukup menarik. Lebih lanjut, untuk melalukan clustering, kamu dapat memilih beberapa algoritma seperti K-Means, Fuzzy K-means dan Mixture Modelling. Kamu juga dapat mengkombinasikan algoritma ini dengan algoritma lain seperti PSO maupun bee-colony

Klasifikasi Judul Berita Click Bait Pada Situs ABC Menggunakan Algoritma XYZ

Sumber : Seword

Salah satu bidang data mining yang tak kalah menarik adalah text mining. Lebih lanjut, text mining adalah sebuah teknik yang berguna untuk menemukan informasi-informasi pada sekumpulan teks. Text mining dapat memberi tahu kamu informasi tersirat, mulai dari sifat sentimen, topik, atau kecenderungan. Kamu bisa menggunakan text mining untuk melakukan klasifikasi judul berita click bait pada berbagai situs berita online. Banyaknya situs berita online akan memudahkan kamu dalam mencari data penelitian. Untuk bisa melakukan ini kamu bisa menggunakan algoritma machine learning pada umumnya seperti naive bayes, support vector machine, ataupun decision tree.

Diagnosa Penyakit XYC Menggunakan Algoritma ABC dan DEF

Sumber : SwissCognitive

Selanjutnya, sistem pakar juga topik yang patut kamu pertimbangkan. Sistem pakar adalah sistem yang mengadopsi pengetahuan manusia ke dalam sistem komputer. Sistem ini akan memberi simpulan berdasarkan pengetahuan dan pola input. Kamu bisa menerapkan konsep sistem pakar pada diagnosa penyakit. Algoritma yang bisa kamu gunakan adalah A*(STAR) , Backward chaining, forward chaining, depth first search, dan lain sebagainya. Oh ya, jika kamu memilih judul ini bisa saja kamu akan membutuhkan dukungan data tenaga medis atau rumah sakit. Lumayan, sekalian jalan-jalan

Peningkatan Kualitas Citra Bawah Air Menggunakan Algoritma ABC dan XYZ

Sumber : Youtube

Setelah itu, referensi judul dari topik Image Processing adalah peningkatan kualitas citra bawah air. Lebih lanjut, biasanya citra bawah air memiliki kualitas yang lebih rendah daripada citra biasa. Hal ini bisa kamu jadikan penelitian kamu. Menariknya lagi, kamu bisa menggunakan citra yang sudah tersedia pada UCI dataset. Luaran skripsi ini adalah citra yang lebih halus. Salah satu algoritma yang bisa kamu gunakan adalah Rayleigh Scaling dan averaging image planes

Nah itulah 4 Referensi judul skripsi teknik informatika yang bisa kamu gunakan untuk skripsi kamu. Kira-kira kamu tertarik yang mana?

Akankah PWA Menggeser APK Asli?

TASOfficial-Beberapa tahun terakhir, aplikasi berbasis seluler semakin populer. Banyaknya pengguna smartphone membuat permintaan aplikasi seluler juga merangkak naik. Umumnya, untuk menjalankan aplikasi seluler, kamu harus mengunduh apk melalui playstore atau appstore, dan menginstallnya. Namun, pada tahun 2015 muncul konsep baru yang menggunakan website untuk aplikasi seluler. Konsep ini bernama PWA (Progressive Web Apps). Progressive Web Apps adalah aplikasi web tradisional yang disempurnakan dengan teknologi web modern, memungkinkan mereka untuk memberikan pengalaman yang lebih mirip aplikasi. Dengan konsep baru dan kemudahan instalasi, akankah PWA menggeser APK asli?

Konsep Dasar Progressive Web Apps

Sumber : How To Geek

Progressive Web Apps (PWA) merupakan  halaman website seperti biasanya kamu lihat tetapi memiliki tampilan seperti native mobile applications. PWA akan menggabungkan fitur yang bawaan oleh browser yang modern dan juga pengalaman menggunakan aplikasi mobile. Sesuai namanya, PWA bersifat progressif artinya PWA bekerja untuk semua user, tidak peduli browser apa yang kamu gunakan atau lokasi mengakses website tersebut. Jadi tidak peduli apakah Anda menggunakan Chrome atau Opera, atau Anda mengakses website dari Indonesia atau Amerika Latin, Anda tetap dapat membuka website tersebut dengan waktu loading yang cepat. Progressive Web Apps akan bekerja dengan baik karena sifat progressifnya ini

Google menyebut kelebihan PWA dengan istilah FIRE (Fast, Integrated, Reliable, and Engaging). Cepat, Terintegrasi, Bisa Diandalkan dan Menarik.  Faktanya memang demikian. Mengembangkan aplikasi PWA membuat kamy menghemat biaya produksi karena aplikasinya bisa berjalan pada website maupun android. Selain itu PWA juga menawarkan kemudahan bagi penggunanya. PWA juga memiliki kinerja yang apik. Lebih lanjut, update pada PWA berlangsung secara otomatis

Aplikasi ini akan mendapatkan windows dan shortcut sendiri pada taskbard Anda (Windows 10 dan Chrome) atau ikon homescreen Anda (pada perangkat Android dan smartphone lainnya). Saat kamu membukanya, proses loading akan cepat karena fitur API Cache dan IndexedDB, yang menyimpan sumber daya dan data aplikasi pada perangkat Anda. Ini memungkinkan mereka bekerja bahkan ketika sedang offline.

PWA Dari Segi User

Progressive Web Apps
Sumber : Avenger IT Next Generation

PWA menawarkan banyak kemudahan bagi user. Salah satu keuntungan terbesar dari PWA adalah kamu tidak perlu repot melakukan instalasi apapunapa pun. Hal ini tidak akan menghabiskan ruang penyimpanan telepon kamu. PWA nerjalan pada suatu halaman web, jadi selama kamu memiliki browser, kamu memiliki semua yang kamu butuhkan untuk mengakses PWA. Dengan PWA kamu perlu masuk ke app store atau playstore.

Keuntungan PWA lainnya adalah lebih cepat dan lebih responsif daripada native apps. Seringkali native apps berjalan sangat lambat dan bahkan mungkin macet.

Sayangnya PWA tidak dapat terhubung dengan aplikasi lain seperti yang bisa dilakukan oleh aplikasi. Misalnya, aplikasi mungkin dapat menarik data dari kalender Anda atau dari foto Anda.

Apakah PWA dapat Menggeser APK asli?

Sumber : Medium

Aplikasi PWA mampu melakukan sebagian besar fitur bawaan APK. Dengan kemudahan dan fitur yang tak kalah dengan APK, banyak perusahaan mulai beralih ke PWA. Beberapa perusahaan yang menggunakan PWA sebagai basis teknologi mereka ada Twitter, Pinterest, OLX dan Trivago. PWA merupakan aplikasi hybrid yang terinspirasi dari kemudahan penggunaan browser cross platform dan kenyamanan menggunakan aplikasi mobile.

Secara keseluruhan, sepertinya emang tren semakin banyak perusahaan meletakkan basis teknologi pada PWA. Google, khususnya, menyediakan beberapa layanannya pada PWA seperti google Drive, Documents, Spreadsheet, dan Slide. Seiring dengan meningkatnya kemampuan teknologi ini, sangat mungkin bahwa Google akan menutup celah pada aplikasi asli dan menjadikannya usang.

Memang saat ini ada beberapa fitur yang tidak tersedia pada PWA. Beberapa fitur yang lebih canggih dari aplikasi (seperti pemindaian sidik jari) mungkin belum berfungsi pada PWA, tetapi besar kemungkinan banyak fitur “hilang” ini akan ditemukan dan ditambahkan pada waktunya.

Nah itulah pandangan penulis mengenai kemungkinkan Akankah PWA Menggeser APK Asli. Namun, pendapat ini sifatnya pribadi ya. Jika kamu memiliki pendapat berbeda, tulis jawabanmu pada kolom komentar!

Berkenalan Dengan Machine Learning

Pernahkan kamu mendengar tentang machine learning? Ya, teknologi ini merupakan teknologi yang sangat populer akhir-akhir ini. Machine learning adalah suatu cabang dari ilmu kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang memiliki kemampuan untuk “belajar” layaknya manusia. MAchine learning dapat mempelajari data yang ada dan melakukan tugas-tugas tertentu sesuai dengan apa yang ia pelajari. Lalu apa saja yang bisa dibangun dengan machine learning ini? Bagaimana cara kerjanya? Satu-satu dulu ya. Kali ini TASOfficial akan mengajak kamu berkenalan lebih jauh dengan machine learning.

Apa itu Machine Learning?

Sumber : Forbes

Ada istilah, tak kenal maka tak sayang. Nah, sebelah sayang, kamu harus kenal dulu dengan machine learning. Lebih lanjut, machine learning adalah sebuah teknologi yang mampu belajar dengan sendirinya tanpa arahan dari penggunanya. Machine learning menggunakan teknik statistika untuk menghasilkan suatu model otomatis dari sekumpulan data, dengan tujuan memberikan komputer kemampuan untuk “belajar”.

Teknologi machine learning memungkinkan komputer mempelajari sejumlah data (learn from data). Sekumpulan data akan menjadi pengetahuan yang dapat menghasilkan suatu model untuk melakukan proses input-output tanpa menggunakan kode program secara eksplisit. Proses belajar tersebut menggunakan algoritma khusus yang disebut machine learning algorithms.

Saat ini machine learning banyak membantu manusia dalam berbagai bidang. Penerapan ini dapat dengan mudah kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya, fitur unlock berbasis face recognition saat kamu ingin membuka device. Machine learning juga digunakan untuk iklan-iklan yang bertebaran pada Internet. Iklan-iklan tersebut merupakan hasil pengolahan ML yang akan memberikan iklan sesuai dengan pribadi kamu dan pola-pola yang kamu miliki.

Cara Kerja Machine Learning

Sumber : Medium

Terdapat dua teknik umum machine learning yakni supervised learning dan unsupervised learning.

Supervised learning adalah algoritma machine learning yang dapat menerapkan informasi yang telah ada pada data dengan memberikan label tertentu, misalnya data klasifikasi sebelumnya (terarah). Algoritma ini mampu memberikan target terhadap output dengan membandingkan pengalaman belajar masa lalu.

Sementara itu, unsupervised learning adalah algoritma machine learning yang cocok pada data yang tidak mempunyai informasi yang dapat diterapkan secara langsung (tidak terarah). Algoritma ini mampu menemukan struktur tersembunyi pada data yang tidak berlabel. Misalnya kamu akan mengidentifikasi film-film mana saja yang mirip. Dalam hal ini misalkan kamu mengidentifikasi berdasarkan dari genre film. Misalnya, kamu mempunyai film the Conjuring, maka kamu akan menyimpan film The Conjuring tersebut pada kategori film horror.

Cara kerja machine learning sebenarnya berbeda-beda sesuai dengan teknik atau metode pembelajarannya. Namun pada dasarnya prinsip cara kerja machine learning meliputi pengumpulan data, eksplorasi data, pemilihan model atau teknik, memberikan pelatihan terhadap model dan mengevaluasi hasil dari ML.

Sumber : TeraData

Nah, setelah berkenalan dengan Machine Learning, apakah kamu tertantang untuk membuatnya?

UI/UX Designer, Gaji Besar Minim Coding

Salah satu pekerjaan IT yang tidak begitu memerlukan kemampuan coding adalah UI/UX Designer. Sebelum membahas lebih lanjut, baiknya kamu mengerti kepanjangannya terlebih dahulu. UI adalah User Interface, sedangkan UX adalah User Experience. Keduanya bagai perangko dan kertas, menempel dan tak bisa lepas. UI/UX designer bertanggungjawab untuk merancang tampilan aplikasi. Menariknya, UI/UX designer merupakan pekerjaan IT minim coding dan memiliki gaji besar loh. Penasaran seperti apa pekerjannya?

Baca Juga : KULIAH IT TAPI GASUKA CODING ? INI DIA PEKERJAAN BUAT KAMU !

UI (User Interface) Designer adalah sebuah profesi IT yang menggunakan komunikasi dari pengguna (user) dengan sistem pada sebuah program, mulai dari aplikasi website, mobile ataupun software. Seorang UI Designer bertanggung jawab dalam membuat desain tampilan yang memudahkan user yang menggunakan aplikasi. Bahasa mudahnya, UI akan memutuskan seperti apa aplikasi akan terlihat. Adapun mekanisme seorang UI Designer mencakup beberapa hal, seperti tampilan fisik, warna, animasi, pola.

Sementara itu, UX (User Experience) Designer adalah  profesi yang bertanggungjawab untuk meningkatkan sebuah kepuasan pengguna aplikasi/ pengunjung website. Tujuan akhirnya adalah untuk tetap meningkatkan kegunaan/kesenangan dalam berinteraksi pengguna dan produk tersebut. Pada akhirnya kesenangan ini akan membawa pengguna kembali mengakses aplikasi ini. Intinya,  UX Designer harus mampu membuat product yang telah kita buat menjadi mudah untuk digunakan dan tidak membingungkan ketika digunakan oleh user.

Apa Saja Pekerjaannya?

Sumber : File Magz

Nah, mengutip dari Quipper, pekerjaan seorang UI/UX Designer meliputi :
1. Mengumpulkan data klien, mulai dari budget-nya berapa, bisnis yang dijalani apa, tujuannya apa, penggunanya siapa, dan info lainnya
2. Melakukan riset, survei, analisis, user testing dan berbagai metode lainnya untuk memperoleh informasi seputar pengguna.
3. Menganalisis profil pengguna aplikasi.
4. Memvisualisasi user flow menjadi desain produk yang teruji dan indah.
5. Menyusun tata letak halaman yang pada suatu aplikasi dan/atau situs
6. Mendesain interaksi setiap elemen yang ada pada halaman sehingga memudahkan pengguna (user friendly).
7. Menampilkan interface dengan keseragaman yang baik.
8. Membuat aplikasi dan/atau situs dengan memanfaatkan wireframe, prototype.
9. Melakukan iterasi pada desain aplikasi dan/atau situs yang telah dibuat dengan mengakomodasi masukan dari klien.
10.Merancangan suatu desain akhir (high fidelity) yang siap dikembangkan menjadi aplikasi dan/atau situs.
11. Melakukan penelitian mengenai ekspektasi pengguna dari sebuah aplikasi dan/atau situs
12. Memaksimalkan pengalaman pengguna pada desain interface produk digital.

Gaji UI/UX Designer

Gaji UI UX Designer
Sumber : Pribadi

Pekerjaan itu soal kenyamanan, soal gaji itu nomor satu

Anonim

Nah, informasi yang harus kamu ketahui mengenai UI/UX designer adalah besaran gaji. Namun, besaran gaji UI/UX designer ini bergantung pada lokasi dan jenis perusahaannya. Pada perusahaan bonafide gaji UI/UX designer bisa mencapai 6juta – 14juta rupiah. Semantara itu, UI/UX Designer pada perusahaan biasa mulai 3.5juta – 7 juta rupiah perbulan. Nah, sebagai clue gaji UI/UX designer Gojek mencapai 8juta rupiah loh!

Lebih lanjut mengenai profesi UI/UX Designer dapat dilihat pada video ini.

Nah, setelah membaca artikel “UI/UX Designer, Gaji Besar Minim Coding” ini, apakah kamu tertarik menjadi seorang UI/UX Designer?