Inilah 10 Framework CSS Terbaik di Tahun 2020!

Tampilan website merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk mempercantik tampilan website, biasanya programmer akan menyematkan CSS dalam websitenya. Berbeda dengan jaman dulu, saat ini programmer sangat terbantu oleh adanya CSS Framework. Framework ini akan menyediakan berbagai komponen siap pakai bagi developer, seperti grid,UI patterns, web typography, tooltips, buttons, form elements, hingga icons. Elemen siap pakai ini akan memangkas waktu pengembangan, sekaligus me-responsive-kan website kita dalam berbagai device. Saat ini terdapat banyak pilihan framework CSS. TAS Official telah merangkumnya dalam 10 Framework CSS Terbaik di tahun 2020. Apa aja ya? Cekidot! 1. Bootsrap Bootstrap adalah framework CSS yang paling umum. Twitter mempopulerkan framework ini pada tahun 2011. Nah, ketika kita memasukkan bootstrap class ke website, maka framework ini akan otomatis meng-adjust tampilan web dalam berbagai ukuran layar. Bootstrap memiliki banyak plugin dan theme builder yang akan membuat pengembangan tampilan website kita menjadi lebih cepat. Versi terbaru Boostrap adalah Bootsrap 4. Bootsrap 4 mendukung fitur SAAS. Dengan demikian, Bootsrap dapat mendukung LESS maupun SAAS. Keren kan? Nah, untuk melihat dokumentasinya silahkan klik link ini. 2. Foundation Foundation adalah saingan berat bagi Boostrap. Framework foundation dikembangkan oleh lima perusahaan besar Facebook, Ebay, Mozilla, Adobe, dan bahkan Disney. Seperti Bootstrap, Foundation juga memiliki 12 grid yang mambuat halaman website respomsive untuk berbagai device. Foundation mengusung teknologi Saas seperti Bootstrap. Fitur paling keren dari foundation adalah Fastclick.js yang mempercepat proses rendering pada mobile device. Foundation bersifat open source. Dokumentasi lengkap Foundation dapat dilihat pada link ini. 3. Bulma Bulma adalah framework yang relatif baru. Framework ini juga bersifat open source loh. Bulma mengusung Flexbox Layout model. Flexbox Layout akan membuat tampilan yang konsisten pada berbagai ukuran layar yang berbeda. Uniknya, Bulma tidak memerlukan Javascript. Pengembangannya 100% CSS. Bulma mengusung pendekatan ‘mobile-first’. Framework ini bersifat ringan dan sangat responsive. Sampai saat ini ada lebih dari 200.000 developer yang menggunakan framework Bulma. Untuk mengunjungi website resmi Bulam, klik link ini. 4. Pure Pure adalah CSS Framework yang dikembangkan oleh Yahoo. Framework ini juga ringan dan responsive terhadap berbagai device. Pure dikembangkan berdasarkan normalize.css. Normalize.css terbagi atas modul-modul kecil. Dengan konsep ini, jika kita hanya memerlukan grid maka website hanya akan mengimport grid.css. Hal ini akan membuat website jauh lebih ringan dan waktu loading website akan berkurang. Hanya saja, pure tidak memungkinkan developer untuk membuat fixed layouts. Hmm, sayang banget ya. Nah, jika kalian ingin berkenalan lebih jauh dengan pure silahkan klik link ini ya. 5. Semantic UI Semantic UI adalah framework yang akan menjadi pesaing terberat Bootsrap. Benar saja, menurut Usablica, Semantic UI adalah framework CSS terbaik, sedangkan Bootsrap menempati posisi kedua. Semantic UI membuat kode CSS lebih manusiawi. Dengan semantic ui, kita bisa membuat tampilan website yang bagus dan unik tanpa banyak melakukan perubahan. Semanthic UI terkenal dengan thematic effect-nya yang simple dan elegan. Framework ini menawarkan lebih dari 3000+ Theming Variables and 50+ UI Components. Semanthic UI juag mendukung third party seperti React, Meteor, Ember, dan React. Tertarik ? 6. UI Kit Untuk tipe developer yang menyukai desain minimalis, UI kit adalah framework yang layak dicoba. UI kit membawa konsep super-clean, elegant, dan beautiful web interfaces tanpa harus membuang-buang memori device. UI kit juga dibekali dengan SVG icon,  progress bars, image-maker, dan banyak fitur lain. Jangan khawatir, ternyata fitur-fitur ini juga costumizable. Selain itu, framework ini memungkinkan developer untuk menggunakan advance component seperti Nestable. Dengan UI kit, kita dapat membuat complex flexbox-based layouts hanya dengan menggunakan HTML. Wow! Website resmi UI Kit dapat dikunjungi ada pada link ini. 7. Materialize CSS Tidak mau kalah dengan situs besar lainnya, Pada tahun 2014 Google memperkenalkan framework CSSnya yang bernama Materialize CSS. Materialize CSS adalah framework CSS yang sangat recomended untuk pengembang Website atau Android web-apps. Materialize adalah framework CSS yang mendukung tampilan YouTube, Gmail, Google Drive, dan Google Docs. Framework ini menggunakan sistem 12-grid layout seperti Bootsrap, animation, transition, padding, dan advanced effect seperti lightning dan shadow. Materialize CSS memiliki fitur pre-built starter template yang akan menghemat pengembangan. Untuk mengunjungi website resmi Bulam, klik link ini. 8. Tailwind CSS Framework Tailwind adalah low-level framework yang fleksibel dan costumizable. Melalui TailwindCSS , kita tidak akan menemukan pra-desain komponen seperti button, card, alert, carousel atau yang lainnya. Pengaturan property CSS pada Tailwind CSS langsung melalui class-class kecil. Konsep ini disebut konsep utility-first framework. Framework ini baru muncul pada tahun 2017. Dengan Tailwind, kita bisa membuat komponen yang benar-benar berbeda dengan developer lain meskipun menggunakan framework yang sama. Website Tailwind dapat dilihat di sini. 9. Skeleton Seperti namanya, skeleton adalah framework CSS yang paling simple dan minimal. Skeleton hanya terdiri atas 400 baris kode loh! Meskipun begitu, pengembangnya membekali Skeleton dengan bermacam-macam fitur seperti grids, typography, buttons, forms, lists, media queries, hingga tabel. Skeleton mendukung 12 grid layout dengan ukuran maksimal 960px. Skeleton sangat cocok untuk UI/UX designer pemula. Meskipun hanya memiliki komponen-komponen basic HTML tapi sudah cukup kok untuk membuat suatu tampilan website yang bagus. Cek dokumentasi skeleton melalui link ini. 10. Miligram Framework terakhir adalah miligram. Faktanya, ukuran framework ini hanya 2 Kb saja. Miligram ini kecil-kecil cabe rawit. Meskipun ukurannya yang mini, nyatanya framework ini mendukung semua fitur yang ada pada CSS3 loh. Miligram adalah flexbox based. Dokumentasi lengkap miligram terdapat pada link ini Nah, itulah dia 10 Framework CSS Terbaik di Tahun 2020. Jadi kamu tim mana? Tuliskan jawabanmu pada kolom komentar ya!

Suka Duka Menjadi Software Tester

Dalam pengembangan aplikasi, pengujian adalah hal yang penting. Pengujian aplikasi menjadi tanggung jawab seorang tester. Tester adalah orang bertugas untuk memastikan aplikasi berjalan tanpa kesalahan ataupun kerusakan ketika sampai ke tangan client. Tanpa pengujian, tingkat kepercayaan pengguna akan rendah. Tester akan melakukan ad-hoc testing sehingga kualitas aplikasi akan lebih terjamin. Banyak yang berpikir bahwa tester adalah pekerjaan yang menyenangkan. Tester hanya perlu mencari bug, tanpa ikut mengembangkan aplikasi. Ternyata itu semua SALAH BESAR! Banyak suka duka yang akan didapatkan ketika menjadi seorang software tester. Artikel ini akan bercerita bagaimana Suka Duka Menjadi Software Tester Keberhasilan Tester Adalah Kegagalan Developer Seorang tester memegang kendali penuh atas aplikasi yang akan rilis. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan analisa yang tinggi. Tester harus memikirkan segala kemungkinan dari segala sudut pandang. Dalam pengujian, tester akan mencoba berbagai skenario. Base case, edge case, bahkan corner case tidak boleh terlewat dalam proses pengujian. Dalam melakukan pengujian, tester selalu berpegang pada dua dokumen yakni SRS (System Requirement Specification) dan SAD (Software Architecture Document). Setelah mengetahui proses bisnis aplikasi, tester akan menyusun test case. Test case ini terbagi dalam berbagai modul. Tahap ini memerlukan imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Tester harus berusaha keras menjatuhkan aplikasi yang akan rilis. Terdapat dua jenis pengujian yaitu manual testing dan automatic testing. Manual testing akan menguji aplikasi tanpa dukungan tool apapun. Keunggulan manual testing ini adalah mendapatkan visual feedback. Tester dapat menguji interface dan experience dari pengujian ini. Sebaliknya, automatic testing akan menguji aplikasi dengan bantuan pra-scripted tools, salah satunya dengan Selenium IDE. Keunggulan automatic testing adalah dapat memperoleh lebih banyak bug dalam waktu yang lebih cepat. Menjadi Musuh Developer Developer dan tester kerap kali terlibat dalam perang dingin. Developer akan mati-matian membuat aplikasi, sementara tester akan mati-matian menjatuhkan aplikasi yang akan rilis . Tester harus bisa menemukan celah dari aplikasi. Bug is victory. Semakin banyak bug yang berhasil ditemukan maka kualitas software akan semakin bagus kualitas aplikasi. Testerlah yang akan memberikan lampu hijau, kapan aplikasi siap rilis. Dengan privilege menahan aplikasi sebelum rilis inilah kualitas tester akan diuji. Memang sih, suatu aplikasi tidak mungkin 100% bug free. Tetapi tester harus meminimalisir kemungkinan bug yang bisa saja muncul setelah aplikasi rilis. Tester juga harus mendokumentasikan semua berkas pengujian. Jadi jangan bermimpi menjadi tester jika kamu tipe orang yang anti dokumentasi-dokumentasian. Bertemu developer “ngeyelan” adalah nightmare bagi tester. Tipe programmer ini adalah tipe developer yang selalu mencari menolak bug yang terjadi Ada aja alasan yang muncul ketika tester menemukan kesalahan dan cenderung engga untuk menyelesaikannya. Inilah beban hidup tambahan bagi seorang tester. Tester harus bisa tegas menolak alasan ini agar kualitas aplikasi lebih terjamin. Kolaborasi Adalah Kunci Tester adalah jembatan antara product owner dan developer. Testerlah yang akan menjadi penyeimbang antara keduanya. Product owner selalu ingin produk yang cepat rilis, begitupun developer. Namun, untuk menjamin kualitas aplikasi perlu adanya testing yang komperhensif dengan jiwa yang tenang. Walaupun waktunya kadang tidak tersedia. Developer dan tester harus berjalan seiringan untuk mengantarkan aplikasi yang baik. Keduanya harus membangun chemistry yang baik. Chemistry ini bisa dibangun dalam beberapa cara, seperti sekadar makan dan minum bersama atau sekadar ngopi bersama untuk memperat hubungan. Selain itu, keduanya harus memiliki inisiatif yang tinggi. Developer harus berinisiatif menghindari bug. Sementara itu, tester harus menyadari pola bug yang memudahkan pekerjaan developer Nah, terdapat pola pengerjaan aplikasi yang baik untuk para developer. Pertama, pelajari proses bisnis yang akan berjalan pada aplikasi. Pikirkan segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi. Setelah benar-benar paham barulah mulai pengerjaan aplikasi. Fokuslah hanya pada aplikasi dan jangan termakan pikiran adanya bug. Setelah modul dan aplikasi selesai, pengujian akan berlangsung. Dari testing inilah bug akan ketahuan. Revisi bug itu sampai selesai. Lakukan hal yang sama sampai akhirnya aplikasi menjadi layak rilis. Nah itulah Suka Duka Menjadi Software Tester. Ternyata gampang-gampang susah ya. Ada yang ingin jadi tester? Tidak perlu aplikasi yang sempurna. Mendekati sempurna saja sudah lebih lebih dari cukup (Tester, 2020)

10 Alasan Mengapa Programmer Adalah Pasangan Terbaik!

Untuk menemani weekend kalian, kali ini kita nggak bakal membahas hal-hal yang berat. Pembahasan kali ini jauh lebih menarik dari pembahasan-pembahasan masalah teknologi yang udah kita bahas lo. Kali ini kita akan bahas seputar asmara. Meskipun kesehariannya hanya di depan laptop/PC, ternyata programmer adalah calon pasangan hidup yang baik loh buat kamu. Wah kok bisa ya? Nah penasaran kan? Inilah 10 alasan mengapa programmer adalah pasangan terbaik 1. Bertanggung Jawab Alasan pertama dari 10 Alasan Mengapa Programmer Adalah Pasangan Terbaik adalah Bertanggungjawab. Programmer tetap seorang manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa. Programmer juga bukan Tuhan yang bisa menciptakan segala sesuatu dengan sempurna. Program yang buatpun tentu tak luput pula dari yang namanya error. Namun, programmer adalah orang yang tidak bisa duduk santai saja melihat kesalahan ini. Mereka pasti dengan cepat akan memperbaiki temuan error tersebut. Programmer akan senantiasa berusaha keras untuk memperbaiki error dan meningkatkan kualitas pada programnya. Keseharian inilah yang membentuk karakter programmer menjadi berani bertanggung jawab dan selalu sigap berbenah atas kesalahannya, termasuk kesalahan yang mungkin akan mereka lakukan sama kamu. Keren kan? 2. (Mungkin Bakal) Kaya Raya Kalau bicara soal orang paling kaya sedunia, pasti nggak bakal jauh-jauh dari Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Siapa sih yang nggak kenal dua tokoh besar ini? Bill Gates adalah CEO dari Microsoft, pembuat sistem operasi Windows. Orang ini pernah menjadi orang terkaya sedunia pada tahun 1995 – 2007. Konon katanya nih, kalau dia bawa uang 10 juta rupiah lalu jatuh, dia tidak perlu repot mengambilnya, karena tiap detiknya bisa menghasilkan 2,5 juta rupiah. Wow! Rakyat jelata can’t relate ☹. Sedangkan Mark Zuckerberg adalah Founder & CEO jejaring sosial Facebook. Berbeda dengan Bill Gates, Mark Zukerberg adalah orang terkaya nomor lima dunia dengan total kekayaan mencapai 970 triliun. Selain itu, Mark Zuckerberg juga merupakan sosok termuda dari 100 orang terkaya di duia loh. Mark bisa menghasilkan 417 juta dalam semenit atau sekitar 7 jutaan per detik. Wih! Tahu nggak sih apa pekerjaan mereka? Yups, mereka adalah seorang programmer. Programmer adalah salah satu pekerjaan dengan gaji tertinggi loh. Kalau kamu punya pasangan programmer, finansialmu bakal terjamin min min. 3. Pintar Programmer dituntut untuk menemukan jawab atas permasalahan clientnya. Programmer akan berusaha keras untuk mencari logika dan menyusunnya menjadi solusi permasalahan itu. Pemikirannya yang terstruktur dan sistematis membuktikan kalau programmer adalah orang yang pintar. Sorry to say, bukannya sombong nih. Tapi programming adalah salah satu pekerjaan tersulit di dunia. Oleh karena itu, tidak mungkin programmer memiliki kepintaran di bawah rata-rata. Selain itu, programmer adalah orang yang up to date. Segala tren atau sekadar gosip selebritis pasti lewat pada layar komputernya. Kamupun pasti akan terbawa dengan kepintaran yang dimilikinya. Kamu juga nggak perlu susah-susah mencari topik pembicaraan kalau lagi kencan. Dia pasti membawa gosip informasi terbaru yang lagi ngetrend. 4. Humoris Siapa bilang programmer adalah orang yang selalu serius? SALAH TOTAL. Ada banyak banyolan yang siap ia lontarkan kalau kalian lagi kencan. Programmer adalah orang yang paling update kalau masalah meme dan shitposting. Bukan cuma penikmat nih, ternyata programmer seringkali membuat meme loh. Punya pasangan seorang programmer bakal ngebuat hubungan kalian ngga ngebosenin. Kalian nggak bakalan putus hanya perkara masalah bosan! 5. Tidak Pelit Seandainya kalian tahu apa saja pekerjaan para programmer dunia, pasti kalian memiliki kekaguman tersendiri. Mereka bekerja tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk banyak orang, meskipun terkadang tanpa bayaran. Untuk kalian yang belum tahu, ada satu situs website yang namanya Github. Github ini adalah tempat menyimpan kode program oleh para programmer seluruh dunia. Dan hebatnya lagi, setiap orang bisa menggunakanya secara gratis loh. Wow! Kok mereka mau ya? Nah, bukan cuma programnya aja loh yang tersimpan dalam Github. Biasanya, mereka juga menyematkan dokumentasinya secara rapi. Tujuannya tidak lain tidak bukan adalah agar programmer lain dapat dengan mudah memakainya. Wah, berhati malaikat banget kan? 6. Perhatian Seorang programmer benar-benar memikirkan kode programnya, agar program dapat berjalan dengan baik. Tidak hanya itu programmer juga memikirkan bagaimana kode yang ia tulis dapat dimengerti programmer lain. Setiap titik, koma, kurung, spasi, tab, penamaan variable, kelas dan sebagainya ia perhatikan dengan baik. Mereka juga selalu aware terhadap kesalahan sekecil apapun. Sama program aja perhatian perhatian, apalagi sama kamu? Sudah tentu, mereka akan mencurahkan perhatian penuhnya ke kamu! Sweet banget kan? 7. Setia Seperti yang kita tahu nih, kebanyakan programmer akan menghabiskan waktunya di depan komputer. Hal ini akan mengurangi interaksi mereka dengan orang lain. Nah, gimana mau selingkuh coba? Programmer akan cenderung setia pada pasangannya. Ketika sudah menemukan sosok yang sosok yang memahami dan mau menerima pola pekerjaannya ia akan cenderung memilih untuk bersama orang tersebut. Mereka tidak akan mau susah-susah mencari orang yang baru. 8. Sabar Ketika programnya mengalami error, programmer akan dengan sabar meniti baris demi baris, karakter demi karakter untuk mencari sumber masalah. Nah, ternyata nggak cuma itu loh. Sifat sabar mereka juga teruji ketika menghadapi deadline dari Bos loh. Selain itu, mereka juga kerap kali harus ekstra sabar dalam menghadapi client yang bikin emosi dan labil. Menghadapi pekerjaannya aja sabar, apalagi meluluhkan hati orang tuamu. Hiyahiyahiya! 9. Pantang Menyerah Programmer adalah orang yang pantang menyerah. Dalam mengembangkan aplikasi, mereka akan menghadapi error yang nggak hanya sekali dua kali. Mereka akan bolak balik ganti algoritma hingga mencapai solusi sesuai keinginan clientnya. Tapi anehnya, semakin error mereka akan semakin terpacu untuk menyelesaikannya. Senyum puas client akan menjadi cambukan untuk programmer melanjutkan kekurangan programmer. Sudah tentu nih, mereka tidak akan akan menyerah dalam memperjuangkanmu! 10. Rasional Nah, ada satu lagi sifat programmer yang bakal membuat kamu makin klepek-klepek loh. Mereka adalah mahluk rasional. Kesehariannya yang menuntut logika penuh, membuat mereka tidak akan main-main dengan pemikirannya. Setelah mengasah kemampuannya dalam memecahkan berbagai jenis permasalahan selama bertahun-tahun, mereka akan terbiasa untuk berfikir rasional. Mereka nggak bakal ngambek atau bahkan minta putus hanya karena masalah sepele. Mereka juga nggak bakalan kok PHP-in kamu ! Makin sempurna kan? Nah setelah membaca 10 Alasan Mengapa Programmer Adalah Pasangan Terbaik!, setuju nggak kalau mereka yang punya pasangan programmer adalah orang yang beruntung ? Nah dari sekarang, yuk hunting pasangan programmer!